Jasa Pembuatan Plat Nomor tetap Laris

120
Jasa pembuatan plat nomor kendaraan tetap laris. (foto/bb/ida)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – BERTAMBAHNYA jumlah kendaraan menjadi peluang  bagi berbagai usaha. Salah satunya jasa pembuatan plat nomor  kendaraan. Terlihat sepele, pembuatan plat nomor tak bisa dianggap remeh. Prospeknya ternyata menjanjikan. Peluang ini yang ditekuni Supriyadi, pembuat plat nomor “ Adhi Karya” di Genteng.

Pria yang akrab dipanggil Supri ini menekuni usaha pembuatan plat nomor sejak 5 tahun silam. Berawal modal Rp 5 juta, usaha ini sekarang sudah berkembang. Bahkan, memiliki satu cabang di depan swalayan KDS, Genteng. “Saya juga membuka cabang lagi di Kembiritan, Genteng,” kata Supri kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Menurutnya, jasa pembuatan plat nomor tak hanya untuk kendaraan roda dua. Namun, juga roda empat alias mobil. Tarifnya, Rp 30.000 untuk motor dan Rp 60.000 hingga Rp 120.000 per lembar, tergantung bahan. Rata-rata, setiap hari bisa datang 3-5 konsumen.

Kini, tren terbaru adalah plat nomor timbul, tanpa cat. Proses pembuatan plat nomor hanya membutuhkan waktu 15 menit. “  Jadi, bisa ditunggu,” ujarnya.

Supri menambahkan, pembuatan model plat nomor tidak bisa sembarangan. Sebab, sudah ada aturan dari Kepolisian. Sehingga, tak bisa terlalu banyak model, hanya permainan cat.

Dalam menjalankan usaha, Supri dibantu dua karyawan. Selain plat nomor, pihaknya melayani pembuatan nama dada atau name text. Harganya, Rp 30.000 hingga Rp 80.000, tergantung jens tinta dan logo yang dibuat.  “ Jika memakai tinta emas lebih mahal,” jelannya.

Pesanan nama dada ini  banyak dari para guru dan instansi perkantoran. Memberikan pelayannan yang baik, serta kualitas hasil menjadi motto Supri. Menurutnya, membuat plat nomor adalah sebuah seni. Awalnya, pria 45 tahun ini hobi melukis. Sehingga, tak kesulitan menekuni usaha jasa ini. Supri mengaku belum menemukan kendala berarti dalam menjalankan usaha ini. Omzet, bisa tembus Rp 2 juta per bulan. Melihat prospek yang masih menjanjikan, pihaknya ingin menambah cabang lagi. (ida)