Ikawangi Perjuangkan Bandara Banyuwangi ke Internasional

31
Pengurus Ikawangi bersama Menteri Arief Yahya. (foto/bb/wid)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – KETUA Umum Ikawangi terpilih periode 2018-2022, Bambang Sugiono menyampaikan keinginannya jika Ikawangi harus bermanfaat untuk orang Banyuwangi dan sekitarnya. Karena itu, organisasi warga Banyuwangi di perantauan ini bertekad harus bisa ikut mengembangkan tanah kelahirannya.

“Wadah ini tak hanya sekadar kumpul, tapi juga bermanfaat untuk orang Banyuwangi dan sekitarnya. Mumpung masih bisa berkontribusi untuk Banyuwangi,” kata Bambang yang tiga kali terpilih menggawangi paguyuban diaspora Banyuwangi di Jakarta dan sekitarnya ini, pekan lalu.

Kegiatan  di RM Ikan Bakar Banyuwangi di Rawamangun,  Sabtu (20/1) lalu, Kang Bambang, panggilan akrabnya, berharap semua jajarannya mampu mewujudkan keinginanya tersebut. “ Jadi, kita harus bersama-sama mewujudkan keinginan ini,” pungkas Deputi Gubernur DKI ini.

Gayung bersambut, Ketua Penasihat Ikawangi yang juga Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung memberi teladan dalam urusan kontribusi. Sebagai menteri, ia memperjuangkan Bandara Banyuwangi menjadi bandara internasional.

“Kita pingin punya bandara internasional. Kalau tidak, Banyuwangi tak akan menjadi destinasi dunia. Dan sekarang, pengelolaannya sudah dilakukan oleh Angkasa Pura,” kata Arief Yahya.

Menurutnya, perjalanan darat yang lebih dari tiga jam akan menyulitkan wisatawan. “Secara khusus saya minta ke Menteri PU, saya minta jalan tol. Dan jarak waktu tempuh dari Surabaya hanya tiga jam, tahun 2019 sudah bisa jadi,” tegasnya. Sejatinya, kata Arief, warga Banyuwangi meminta kereta double track. Namun, pihaknya tak ingin dinilai berlebihan meminta untuk kampung halaman. Arief juga  menantang diaspora Banyuwangi yang lain ikut membangun tanah kelahiran. “Untuk Banyuwangi, atraksi saya tidak khawatir. Kalau akses sudah bagus, dan amenity (hotel) akan datang sendiri,” ujar Arief membeber kunci 3A keberhasilan pariwisata.

Pengurus baru Ikawangi adalah hasil musyawarah 17 Desember 2017. Kepengurusan saat ini melibatkan banyak organisasi-organisasi orang Banyuwangi yang lebih kecil. Misalnya Damar84, Denjaka, Arisan Jebeng, Kamawangi, Magenta, Prajurit Blambangan, Arisan Rogojampi, Arisan Sanggar dan lainnya.

Selain dihadiri oleh beberapa sesepuh dan penasihat, Sutardjianto (mantan walikota Jakarta Barat), Rusdi Maksum (mantan direktur BIA), Boesairi Abdullah (mantan Ketua Ikawangi), acara juga diramaikan penampilan dua artis Banyuwangi, Fitri Karlina dan Nini Karlina.

Ikawangi terbentuk sejak tahun 1972, merupakan paguyuban diaspora asal Banyuwangi di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor dan Cilegon (Banten). (wid)