Banyak Lahan Subur, Tommy Soeharto Sesalkan Impor Beras

22
Lahan pertanian bawang putih yang subur di Lijen, Licin, Banyuwangi. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – Kebijakan impor bahan pokok mendapat protes dari Ketua Partai Berkarya Tommy Soeharto. Dia menyayangkan masih adanya kebijakan impor beras maupun bawang putih yang dilakukan pemerintah. Padahal, banyak lahan subur di negeri ini. Termasuk, potensi pertanian yang melimpah.

” Kami prihatin, dengan lahan subur di negeri ini, masih ada kebijakan impor beras maupun bawang putih. Seharusnya, kita bisa memberdayakan potensi setiap daerah untuk pengembangan produk pertanian,” kritik Tommy disela pertemuan dengan petani bawang putih di Lijen, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Senin (29/1).

Menurut Tommy, daerah memiliki potensi masing-masing yang bisa dikembangkan. Dia mencontohkan Banyuwangi memiliki lahan subur. Bisa dikembangkan sentra bawang putih atau cabai. Sehingga, bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Ada pula daerah yang memiliki potensi beras, bisa dikembangkan menjadi lumbung padi nasional. ” Kalau semua daerah dikembangkan potensinya, saya yakin tak perlu impor. Kuncinya, petani diberikan pendampingan agar menghasilkan produk berkualitas,” jelas putra bungsu mantan Presiden Soeharto ini.

Pihaknya mengusulkan kehadiran penyuluh yang bisa mendampingi petani. Selama ini, kata Tommy, kendala pertanian adalah kurangnya penyuluh. ” Kami juga mengusulkan melalui dunia perguruan tinggi bisa melibatkan mahasiswa dalam pengembangan pertanian. Mereka bisa diturunkan ke petani, sekaligus penerapan ilmu,” tegasnya.

Karena itu, pihaknya ingin membangkitkan pemberdayaan masyarakat untuk ekonomi kerakyatan. Pihaknya juga menyiapkan ahli untuk membantu petani. Khusus  bawang putih, disiapkan lahan sekitar 5 hektar sebagai percontohan.

Selain pertanian, dikembangkan juga potensi perikanan. Masyarakat diajak membuat tambak hanya berukuran 3 meter persegi. Sehingga, masyarakat bawah bisa memiliki tambak, dengan budidaya udang, patin dan lainnya. Dengan pemberdayaan, ekonomi masyarakat bisa tergerak. (udi)