Mantan Barista Tekuni Usaha Camilan

22
Mantan barista tekuni usaha camilan. (foto/bb/tin)

Pesanggaran (BisnisBanyuwangi.com) – DI TANGAN wanita bernama Diah Agustin ini jajanan donat dan pisang goreng bisa dikemas dengan rasa dan kemasan kekinian. Sehingga lebih diminati. Sebelum merintis usaha sendiri, Diah, panggilan akrabnya, bekerja di Bali di sebuah gerai ayam goreng ternama. Dan, 3 tahun sebagai barista. Setelah menikah dan memiliki buah hati, dia memilih pulang ke kampung halaman, merintis usaha.

Berbekal pengalaman 7 tahun di bidang Food and Baverage (F&B) ini, wanita asli Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran ini memilih merintis usaha kuliner. “Awalnya saya coba-coba bikin donat, dari modal Rp 500.000,” ungkap pemilik “Fury Cemal Cemil” ini kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Di awal usaha, dirinya hanya mengandalkan pemasaran online dan membuat jika ada pesanan. Menariknya, donat buatannya  terasa beda. Selain rasanya lembut, disajikan dengan beragam topping. Serta, ada juga donat dengan toping tulisan. Harganya cukup murah, per kotak isi 6 dijual Rp 10.000.   “Sementara ini banyak pesanan donat untuk ulang tahun dan anniversary,” ucapnya.

Berkembangnya wisata, meliriknya membuka gerai camilan di rumahnya di Jalan Sukomade, Desa Sumberagung. Kini, tak hanya donat, Diah membuat pisang goreng yang dikemas dengan rasa dan kemasan kekinian, salad buah dan minuman Thailand tea.Thailand tea ini tersedia beragam varian. Ada red tea, green tea, dan red velved,”ucapnya. Harganya cukup murah, Rp 6.000 per porsi. Sementara untuk produk gedang goreng “Danggo”, tersedia beragam topping, seperti cokelat lumer mint,  cokelat kacang, cokelat grenn tea, cokelat keju dan oreo keju. Harga dari Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per kotak.

Pelanggannya  selain masyarakat sekitar juga wisatawan. Di samping pesanan online. “Pesanan online cukup banyak, dari Genteng, Purwoharjo, Cluring dan Jajag,” lanjutnya. Dalam sehari, dirinya bisa menghabiskan 28 kotak donat. Jika ada pesanan acara, produksi bisa lebih banyak. Dari usaha ini Diah bisa meraih omzet Rp 250.000 per hari. (tin)