Tawarkan Rasa Pedas, Warung Pecel Buka 24 Jam

87
Warung nasi pecel “Mbok Har” di Kalipuro yang tak pernah sepi. (foto/bb/wid)

Kalipuro (BisnisBanyuwangi.com) – NASI PECEL sudah umum di Banyuwangi. Namun, yang satu ini terasa beda. Warung pecel “Mbok Har” di utara gapura Kecamatan Kalipuro. Kulinernya memiliki ciri khas. Salah satunya, guyuran sambal pecel di atas nasi dan sayur, terkenal dengan rasa super pedas. Serta rempeyek dengan ukuran sangat lebar. Mbok Haryati pemilik warung, sudah berjualan sejak tahun 1995. Saat ini usaha warungnya dibantu oleh anak-anaknya. Setiap hari tidak pernah sepi pembeli.

“Di sini warung pecel paling lama yang masih bertahan sampai sekarang.  Khasnya pedas dan rempeyek ombo sejak  pertama buka. Pelanggannya jauh-jauh, ada yang datang dari Glagah, Rogojampi juga, padahal jaraknya jauh. Kalau hari libur, biasanya rombongan satu keluarga yang datang,” tutur Jayanah, anak Mbok Har kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Saat ditemui, Jayanah memang terlihat sibuk melayani pelanggan. Nasi pecel ada yang dibungkus dan dimakan di tempat. Warungnya sederhana. Rak berisi gorengan tempe, tahu dan weci. Di sampingnya, sebuah termos es dan puluhan gelas teh manis.  “Jadi kalau pelanggan pingin minum langsung ambil, esnya ambil sendiri dari termos,” jelas Jayanah. Soal rasa, nasi pecel ini memiliki rasa yang sangat pedas. Anda pasti dibuat berkeringat. Minuman es teh manis siap ambil. Pelanggan agar tidak menunggu lama saat kepedasan. Pelanggan yang sangat ramai, membuat warung ini mampu menjual berkilo-kilo rempeyek, nasi dan sambal setiap hari.  “Rata-rata rempeyek sehari habis 15 kilogram, sambal habisnya 15 kilogram juga. Nasi habis 40 kilogram,” tutur Jayanah.

Jayanah menjelaskan, pihaknya sering mendapat pesanan ke Bali, Surabaya dan beberapa kota di luar Banyuwangi. Tidak hanya itu, beberapa daerah seperti Surabaya, Yogyakarta, Malang dan Bali juga sering memesan rempeyek dan sambal darinya. “Kalau daerah luar kota sering pesan sambal dan peyek, Surabaya, Yogyakarta. Kalau rempeyek sering dipesen orang-orang Bali, Malang,” jelasnya.

Dengan rasa khas, satu porsi nasi pecel harganya Rp 8000. Sedangkan teh manis, cukup Rp 2000.  Meski ramai pembeli, Anda tidak perlu khawatir, karena selalu mengutamakan kecepatan pelayanan. Warung ini buka nonstop 24 jam.

Soal kebersihan, warung Mbok Har enggan berkompromi. Hal itu tidak terlepas dari kebiasaan dia suka kebersihan. Saat hendak memesan makanan, kala berpergian, dia selalu melirik dapur warung makan yang didatanginya. Jika dapur warung itu bersih, dia berani memesan. Sebaliknya, jika kondisi dapur kotor, dia langsung meninggalkan warung tersebut.

“Kebiasaan itu saya terapkan juga di sini,” kata Jayanah. Para pelanggan warung itu umumnya orang yang suka makanan enak dengan harga makanan terjangkau. Mereka adalah mahasiswa, pegawai kantoran, dan anak sekolah. Alasannya sederhana, lokasi warung itu dahulu dekat dengan sekolah. “Kalau omzet perbulan, cukup lumayan untuk menggaji dua keponakan saya,” pungkasnya. (wid)