Antisipasi Banjir, Siapkan Biopori di Perumahan

15
Mujiono. (foto/bb/dok)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – BANJIR yang kerap melanda kawasan kota Banyuwangi mendapat perhatian khusus. Mengantisipasi banjir langganan, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang mulai menyiapkan biopori di beberapa titik. Salah satunya, kawasan perumahan. Biopori merupakan teknologi menyedot genangan air dengan dialirkan ke dalam tanah, menggunakan jaringan pipa. Sehingga, jika hujan lebat bisa mengurangi resapan banjir.

“ Jadi, tahun 2018 ini, kita mulai membuat biopori. Lokasinya di hulu yang berhubungan dengan kawasan langganan banjir,” kata  Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang Banyuwangi, Mujiono, pekan lalu. Selama ini, langganan banjir saat hujan lebat adalah di jalan protokol depan Pemkab. Lalu, kawasan jalan Gajah Mada dan Adi Sucipto. Di hulu yang menghubungkan kawasan ini, akan dibangun biopori. Sehingga, air tak akan sampai di kawasan tersebut saat hujan lebat.

“ Kita sudah siapkan pengadaan mesin bor berdiameter 30 cm untuk pembuatan biopori. Lalu, pipa untuk mengalirkan air. Kita akan perbanyak di kawasan perumahan yang menjadi hulu,” jelasnya. Selain hulu jalan protokol depan Pemkab, biopori akan dibuat di sekitar Sukowidi. Kawasan ini juga menjadi langganan genangan air ketika hujan lebat mengguyur. Harapannya, dengan biopori air akan mudah terserap. Sehingga, tak sampai berlanjut ke jalan atau kawasan langganan banjir.

Menurut Mujiono, biopori ini menjadi cara tepat mengantisipasi banjir. Sebab, saluran air banyak yang tak mampu menampung air ketika hujan lebat. Sehingga, air yang mengalir dari kawasan hulu dialirkan lebih dulu ke biopori. “ Karena itu, biopori akan kita buat cukup banyak,” tegasnya.

Selain biopori, tahun ini, pihaknya tetap memprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan dalam program infrastruktur. Sedikitnya ada tiga ruang terbuka hijau (RTH) yang akan dibangun tahun 2018. Masing-masing, RTH Watudodol, Kedayunan dan Rogojampi. Sedangkan jalan, pihaknya tetap mengerahkaan tim reaksi cepat jalan rusak. “ Pelayanan infrastruktur ini tetap prioritas,” tegasnya lagi. (udi)