Kumuh, Pulau Merah akan Ditata Ulang

10
Pantai Pulau Merah. (foto/bb/udi)

Pesanggaran (BisnisBanyuwangi.com) – KETENARAN Pantai Pulau Merah di Kecamatan Pesanggaran, mulai terganggu. Salah satunya, faktor kebersihan. Kondisi ini ditemukan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat sidak ke Pulau Merah, pekan lalu. Orang nomor satu di Banyuwangi ini sempat kaget melihat kondisi Pulau Merah yang terkesan kumuh. Kurang mendapat perhatian kebersihannya.

Menurut Bupati Anas, pihaknya selalu mengawal kawasan wisata di Banyuwangi. Sehingga, kondisinya bisa nyaman bagi wisatawan. “Ini jauh dari yang saya perkirakan. Ini perlu langkah kooperatif, akan kita kontrol ini,”kata Anas dengan nada tinggi.

Anas menambahkan kualitas tempat wisata harus terus dijaga. Sehingga, wisatawan akan tetap nyaman. Sebaliknya, jika kualitas tidak dijaga, dampaknya akan kurang bagus bagi wisatawan. “Selama ini kita pantau. Ada laporan jika Sabtu-Minggu bersih. Hari biasa sampah ada lagi,” kritiknya. Anas menambahkan persoalan sampah di tempat wisata bukan masalah peralatan. Namun, kesadaran. “ Jadi, bukan soal alat. Dibantu alat apapun, jika Pokdarwis tidak saling kontrol, tetap saja,”  tegasnya. Kata Anas, peralatan di tempat wisata tidak harus dari Pemkab. Namun, pihak Pokdarwis harus bisa mengatasinya.

Terkait kondisi Pulau Merah, Anas memastikan akan memulihkannya lagi. Kondisi ini akan dibawa dalam rapat khusus. Pihaknya khawatir, jika tidak dikontrol, kondisi kawasan Pulau Merah akan liar. Dia mencontohkan, banyak penjual di sekitar pantai. Parahnya lagi, mereka menetap. Jika dibiarkan, makin banyak yang berjualan.  “ Dahulu, kesepakatannya boleh jualan, tapi tidak menetap. Akibatnya, kualitas wisatanya menurun,” tegasnya lagi. Jika kualitas wisata menurun,  kata Anas, otomatis akan berdampak pada kunjungan wisatawan. Padahal, selama ini, Pulau Merah sudah memiliki nama cukup bagus di hati wisatawan. Bahkan, menjadi salah satu ikon wisata Banyuwangi. Sehingga,  keberadaannya harus dihaga terus. “ Jangan sampai kunjungan wisatawan  menurun karena kualitas wisatanya kurang,” pungkasnya. (udi)