Kolektor Vespa Makin Antik, Makin Mahal

60
Koleksi Vespa menjadi hobi yang sedang tren. (foto/bb/ida)

Gambiran (BisnisBanyuwangi.com) – VESPA, kendaraan yang tak lekang waktu. Belakangan, hobi mengoleksi motor skuter legendaris ini. Meski beragam modifikasi berkembang, makin antik, harga Vespa justru bertambah mahal. Penggemar Vespa juga beragam. Tak hanya kalangan tua, para remaja banyak yang menyukai. Baik sekadar koleksi, maupun bergabung dengan klub motor.

Hobi mengoleksi Vespa ditekuni Bagus Nazzah, asal Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Di rumahnya, deretan Vespa kuno ditawarkan.  “ Dulu ayah saya, Nano, adalah kolektor Vespa, termasuk punya bengkel. Sekarang, saya hanya meneruskan usaha kolektor Vespa, kalau bengkel sudah tidak ada yang meneruskan,” kata Bagus kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Pemuda ini mengaku, sang ayah yang meninggal tahun 2010 menjadi kolektor Wespa sejak muda. Sekaligus membuka bengkel. Dahulu, kata Bagus, ayahnya memiliki hingga 15 unit Vespa. Sejak ayahnya sakit, koleksi Vespa banyak dijual. Kini, tersisa 7 unit. Vespa yang tersisa berumur cukup tua. Mulai tahun 1965, 1974, 1985 hingga 1990. “ Dulu, ayah sering touring dengan Vespa,” ujarnya.

Dijelaskan, Vespa paling disukai berwarna hitam, 200 CC. Kendaraan ini kata dia terbilang unik, mewah. Perawatannya juga mudah. Cukup dipanasi setiap hari. Lalu kontrol oli dan busi. “ Biaya perawatan hanya Rp 100.000 setiap dua bulan,” ujarnya. Kebetulan, Bagus sedikit memiliki keahlian memperbaki Vespa. Sehingga, bisa merawat sendiri.

Selain perawatannya mudah, onderdil Vespa juga tidak sulit. Kini, Bagus ingin menambah lagi koleksi Vespa. Setiap hari, di rumahnya, kendaraan Vespa dijajar rapi. Tak jarang, banyak yang tertarik dan mencoba menawar. Namun, Bagus tetap sekadar mengoleksi. (ida)