Kemasan Modern, Dodol Buah Naga Makin Cantik

140
Dodol buah naga dengan kemasan modern. (foto/bb/tin)

Bangorejo (BisnisBanyuwangi.com) – BERANGKAT dari petani buah naga, pria bernama Samsu Arif ini melirik usaha pembuatan dodol buah naga. Awalnya, dia prihatin ketika harga buah naga anjlok saat panen raya. Lalu, mencoba membuat makanan kemasan berbahan buah naga. “Idenya dari melimpahnya buah naga,” ucap Samsu kepada Bisnis Banyuwangi,  belum lama ini.

Diakuinya, saat panen raya, harga buah naga selalu dihargai murah. Hal ini membuat petani gelisah. Untuk meningkatkan nilai jual buah  naga dia membuat olahan dalam bentuk dodol. Usaha yang dirintis sejak 2 tahun silam ini cukup bagus. Permintaan dodol cukup tinggi. Proses produksi tiap hari, di rumahnya, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo.

Dalam membuat dodol, bahan baku buah naga dipetik dari kebun sendiri. Samsu memiliki lahan kebun naga seluas setengah hektar. Kini, semua hasil kebun buah naga terserap untuk usaha dodol. Yang bikin beda dari dodol buatan Samsu ini dibuat dari 90 persen buah naga dan gula sebagai pengawet alami. “Karena itu rasanya juga beda,” ucapnya. Apalagi dikemas dengan kemasan kekinian, dodol buatannya banjir peminat.

Bahan yang dipilih, buah naga tua dan segar. Tak hanya daging dan biji buah, kulit buah naga diolah sebagai dodol. Bahan kulit ini menjadikan tekstur dodol lebih bagus. Proses pembuatannya masih manual, menggunakan kompor gas dan tungku. Proses pembuatannya cukup lama, sekitar 10 jam, menjadikan dodol buatannya tahan sampai 6 bulan.

Tiap hari, Samsu bisa mengolah 40 kilogram dodol jadi.  Arief mematok harga premium, Rp 45.000 per 450 gram. Lewat promosi online, permintaan dodol buah naga ini terus mengalir dari berbagai daerah. Seperti Jakarta, Kalimantan, Bali dan Lombok. (tin)