Wiwin Andayani Carolus Angkat Lagi Penyanyi Senior

57
Wiwin Andayani Carolus (foto/bb/dok. pribadi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – LAMA menghilang dari dunia tarik suara, sosok Wiwin Andayani Carolus, ternyata tetap cinta dengan musik Banyuwangi. Penyanyi senior kota Gandrung ini belakangan mulai menyiapkan album baru untuk meramaikan bursa musik Using. Yang beda, kali ini, pelantun lagu “Kembang Galengan” ini akan mengajak para penyanyi senior. Salah satunya, Sumiati yang tenar di tahun 1990-an.

“Saya sudah sekitar 12 tahun vakum di musik. Tapi, tetap cinta dengan musik Banyuwangi. Rencananya membuat album bersama teman-teman lama, seperti mbak Sumiati,” kata Wiwin saat berbincang dengan Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Karena mengangkat penyanyi lama, Wiwin berencana mempopulerkan lagu-lagu lawas. Namun, yang masih bisa diterima para pecinta musik Banyuwangi. “ Tapi, kita kolaborasi dengan lagu baru. Sekarang masih kita siapkan,” jelas wanita berbintang Sagitarius ini.

Wiwin mengaku, meski lama vakum, dirinya tetap mengikuti perkembangan musik Banyuwangi. Bahkan, sesekali dalam even penting, dia tetap tampil di atas panggung. “ Ya, untuk melepas rindu bernyanyi,” selorohnya.

Menurut Wiwin, dirinya ingin mengangkat lagi potensi penyanyi lawas. Sehingga, tetap bisa dikenang dan mengobati rasa kangen penggemarnya. Kebetulan, kata dia,  pihaknya bersama para penyanyi senior selalu rutin berkomunikasi. Bahkan, setiap bulan sekali menggelar kegiatan arisan rutin. Termasuk, bakti sosial bagi para seniman Banyuwangi. Dia berharap, para penyanyi senior yang sudah mempopulerkan lagu Banyuwangi bisa tetap dikenang dengan karya-karyanya.

Bagi Wiwin, menekuni seni sudah menjadi bagian hidupnya. Dia mengisahkan, mulai vakum menyanyi sejak melahirkan anak ketiganya. Setelah itu, fokus mengurus bisnis bersama sang suami. Meski tak aktif di panggung, jiwa seninya terus mengalir. Wiwin rajin mendesain baju untuk even BEC atau karnaval. “ Saya memang suka desain baju. Hampir semua baju nyanyi dan aksesoris saya hasil desain sendiri,” ujarnya.

Menjamurnya penyanyi baru juga menjadi penyemangatnya melestarikan lagu-lagu Banyuwangi. Menurutnya, saat ini, para penyanyi muda lebih mudah berkarir. Sebab, banyak wadah untuk mengekspresikan potensi diri. Seperti, ajang pencarian bakat di televisi. Berbeda dengan era dahulu. Penyanyi harus melewati perjuangan  sulit untuk bisa masuk dapur rekaman. Karir Wiwin di belantika musik berawal dari lomba menyanyi. Kala itu, umurnya baru sekitar 22 tahun. Menang lomba, membuat Wiwin panen tawaran manggung. Satu tahun kemudian, masuk dapur rekaman hingga menelorkan banyak album. “ Saya juga ikut bangga, lagu Banyuwangi  banyak dikenal dikancah Nasional,” pungkas pelantun “Basanan” ini. (udi)