Warnanya Unik, Jas Hujan Polkadot Diminati

Jas hujan menjadi salah satu produk terlaris ketika musim hujan. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – MUSIM hujan membawa berkah bagi pedagang jas hujan. Yang unik, model jas hujan juga terus berkembang, termasuk warna. Kini, jas hujan polkadot sedang tren. Sebab, warnanya unik. Dipenuhi motif bulat. Sehingga, terkesan menarik.

Harga jas ujan polkadot ditawarkan mulai Rp 65.000 hingga Rp 100.000, tergantung ukuran dan model. “ Tahun ini, model jas hujan polkadot sedang tren. Warnanya memang unik, jadi diminati,” kata Mariatun, pedagang jas hujan di Jalan Hasanudin, Genteng kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Wanita 45 tahun ini menekuni usaha sebagai penjual jas hujan sejak 4 tahun lalu. Bermodal Rp 2 juta, dia memulai usaha ini. Lokasi yang dipilih cukup strategis, berada di jalur protokol kota Genteng. Sehingga, setiap hari ramai dilalui pengendara motor. Kondisi ini membuat dagangan jas hujan selalu laris. Selain model terbaru, Mariatun tetap menyediakan stok jas hujan model lawas. Harganya ditawarkan mulai Rp 35.000 hingga Rp 75.000. Harga ini tergantung ukuran dan jenis bahan yang dipakai.

Selain jas hujan motif polkadot, jas hujan motif batik juga sedang tren. Harganya dibandrol Rp 75.000 per biji. Pasokan jas hujan, kata Mariatun didatangkan dari Jember. “Ada sales yang datang, terkadang saya juga belanja sendiri ke Jember,” jelasnya.

Mariatun mengaku dalam memilih jas hujan dibutuhkan ketelitian. Terutama, resleting. “ Jadi, pembeli harus teliti, kalau membeli jas hujan perhatikan resleting atau bagian lain yang rawan sobek,” tuturnya. Untuk menarik pembeli, Mariatun memajang jas hujan di depan kios. Sehingga, pembeli lebih mudah melihat motif, model serta ukuran jas hujan. Musim hujan kali ini, kata Mariatun, sehari mampu terjual 10-15 biji jas hujan. Kondisi ini akan berbanding terbalik ketika musim kemarau.

Menghadapi persaingan dengan para penjual jas hujan yang menjamur, Mariatun memiliki trik sederhana. Dia tak mengambil untung banyak. “ Untung sedikit tidak apa-apa, asalkan cepat laku,” tegasnya. Dari usaha jas hujan, omzet bisa tembus Rp 500.000 hingga Rp 700.000 per hari. Ketika musim panas, kata Mariatun, pihaknya akan menyimpan jas hujan. Sehingga tak rusak. (ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here