Gaet Jamaah Umroh Lewat “Online”

38
Penawaran paket umroh menggunakan sistem online cukup jitu menggaet calon jamaah. (foto/bb/BS)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – PASAR online telah merambah berbagai sektor. Tanpa terkecuali penawaraan paket umroh. Apalagi, ibadah umroh kini menjadi primadona. Penyebabnya, daftar tunggu calon jamaah haji yang mencapai 25 tahun. Kondisi ini sudah terasa sejak 10 tahun lalu. Tak ada pilihan lagi, banyak jamaah memilih melaksanakan ibadah haji kecil yang biasa disebut umroh. Peluang ini ditangkap berbagai biro umroh untuk menggaet calon jamaah. Termasuk, lewat penawaran online dengan tawaran umroh murah.

“ Saat itu, saya hanya berpikir bagaimana masyarakat dengan mudah menemukan informasi beaya umroh. Dengan mengetik di laman internet umroh murah Surabaya,’’ kata Kacab PT Pesona Mozaik, Sugeng Nurdianto Wahyudi kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Ide cara memasarkan umroh murah, kata dia, didapat setelah mengikuti pelatihan marketing berbasis IT selama 2 hari, tahun  2012. ‘’Dengan membuat kata sandi umroh murah Surabaya, penjelasan tentang biaya umroh dari kantor saya muncul di pencarian terpopuler di internet. Dengan pemasaran model IT banyak calon jamaah yang tertarik, kemudian mendaftarkan diri,’’ ujarnya.

Biasanya, setelah mendapat informasi melalui pencarian cepat du internet calon jamaah datang ke kantornya. Sebulan, pihaknya yang membawahi 22 kantor cabang ini memberangkatkan jamaah umroh 2-3 kali. Minimal 45 – 90 jamaah dalam satu kali pemberangkatan.

Ada tiga paket umroh yang ditawarkan. Yakni, paket hemat, reguler dan VIP. Paket hemat ditawarkan mulai Rp 19 juta – Rp 20 juta. Sedangkan reguler Rp 21 juta – Rp 25 juta dan paket VIP dibandrol  Rp 25 juta – Rp 30 juta. ‘’Masing-masing paket hanya berbeda pada penginapan dan penerbangan,” ujar suami dari Indah Hari Ningsih ini.

Sebagian besar jamaah umroh yang tergabung dengannya, berasal dari Jatim, Jateng, Kalteng, Bali dan NTB. Yang menarik, pada setiap pemberangkatan, sekitar 80 persen calon jamaah umroh diperoleh dari pemasaran online. Sisanya, 20 persen, berasal dari referensi jamaah umroh yang sudah berangkat.

Jamaah umroh, kata dia, sangat beragam. Mulai dari kalangan menengah bawah hingga para pejabat. ‘’Bila saya prosentase untuk jamaah menengah bawah 60 persen, menengah atas 40 persen,’’  kata bapak tiga anak ini. Menyinggung persaingan, lelaki kelahiran Malang, 12 Mei 1975 ini mengatakan, sedikitnya ada sepuluh perusahaan sejenis.

Meski demikian, pihaknya tak gentar menghadapi persaingan. Karena pihaknya berprinsip selama bersaing secara sehat dan tidak akan mengambil jamaah dari pesaing.

(bambang wili/BS)