Bulog Siapkan 35.000 Ton Beras Cadangan

16
Bulog menyiapkan cadangan beras 35.000 ton untuk operasi pasar. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com ) – NAIKNYA harga beras mendapat respon cepat dari Bulog Banyuwangi. Mengantisipasi lonjakan harga, Bulog menyiapkan sedikitnya 35.000 ton beras cadangan yang siap digelontorkan untuk operasi pasar. Sehingga, harga beras di pasaran bisa terkendali.

“ Kami memiliki cadangan beras 35.000 ton. Ini cukup untuk stok Banyuwangi selama dua tahun. Jadi, tak perlu khawatir dengan lonjakan harga beras,” kata Kepala Bulog Banyuwangi David Susanto usai peluncuran operasi pasar Bulog di Gudang Bulog 2 Ketapang, Selasa lalu.

Tak hanya Banyuwangi, kata David, Bulog Banyuwangi ikut mensuplai beras medium ke beberapa daerah. Seperti Bali 5000 ton, NTT 12.000 ton dan Medan 15.000 ton. Meski begitu, pasokan beras di gudang Bulog tetap melimpah. Sebab, menurut David, penyerapan beras di tahun 2017, jauh melebihi target. Dari target 71.000 ton, terserap hingga 81.500 ton. Jumlah ini menempatkan Banyuwangi sebagai lumbung padi nasional nomor dua, setelah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Di tahun 2018, pihaknya optimis, penyerapan beras akan sama dengan tahun sebelumnya. Apalagi, pihaknya menambah kerjasama dengan kalangan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk penyerapan gabah.

Terkait operasi pasar, menurut David, kebijakan ini berlangsung nasional, bahkan serempak. Khusus di Banyuwangi, pihaknya sudah menggelontorkan beras medium untuk operasi pasar sebanyak 450 ton. Operasi pasar digelar sejak 27 November 2017, akan berlangsung hingga harga beras stabil. Secara umum, harga beras dianggap stabil jika di bawah harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 9.350 per kilogram. “ Jadi, operasi pasar kita gelar terus. Tujuannya, agar harga beras di pasaran tak melambung, tapi mendekati HET yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya. Operasi pasar, imbuh David, tak hanya membuka  lapak keliling. Namun, pihaknya bekerjasama dengan toko besar untuk mensuplai beras dengan harga murah. Rata-rata, diberikan harga Rp 8000 per kilogram. Harapannya, di pasaran harga beras medium berkisar Rp 9.350 per kilogram,” imbuhnya. Sehingga, masyarakat tidak akan terbebani dengan melambungnya harga beras yang beredar di pasaran. Menurut David, jika tidak digelar operasi pasar, harga beras tidak akan terkontrol akibat mekanisme pasar. Saat ini, harga beras medium di pasaran berkisar Rp 10.000 per kilogram. (udi)