Bakso Beranak, Omzetnya Rp 1 Juta per Hari

51
Kedai bakso “Kediri” di Jalan Raya Jember, Desa Curah Ketangi, Genteng. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – KULINER bakso nyaris menjadi favorit setiap pecinta kuliner. Tak heran jika usaha kuliner bakso banyak yang sukses. Bakso “Kediri” di Jalan Raya Jember, Desa Curah Ketangi, Genteng, salah satunya. Sang pemilik, Lie Nun Purnomo, sengaja memberi label baksonya sesuai tempat kelahirannya.

Berbeda dengan bakso umumnya, bakso buatan wanita yang akrab dipanggil Cece Iie ini memiliki ciri khas. Selain bakso beranak, ada mie kuning yang tidak ditemukan pada bakso lain. Berawal dari keinginan membuka usaha bakso, Cece Iie mewujudkan impiannya itu. Bermodal Rp  15 juta, dia mengawali usaha kuliner ini setahun silam. Buka mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.

Yang membedakan lagi, selain aneka bakso, pihaknya menyediakan berbagai menu lain. Seperti, mie ayam sayap, mie ayam biasa, mie ayam kepala, mie ayam ceker, mie ayam bakso, tahu lontong , tahu telor, tahu bumbu dan aneka minuman. “ Kalau menu bakso kita sediakan beragam. Ada bakso beranak, bakso telur dan bakso campur,” kata Cece Iie kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Harga bakso  beranak dibandrol Rp 20.000 per porsi. Sedangkan bakso lain  berkisar Rp 6000 hingga Rp 10.000 per porsi. Aneka mie mulai Rp 6.000 hingga Rp 12.000. “ Kami selalu memilih daging berkualitas. Sehingga rasanya tak perlu diragukan,” ujarnya berpromo. Pasokan bahan daging dibeli langsung dari suplayer di Pasar Genteng. Dalam menjalankan usaha ini, Cece Iie dibantu 2 orang karyawan.

Dia mengaku, pelanggan bakso datang dari berbagai kalangan. Mulai anak sekolah, remaja hingga kalangan dewasa. Pelanggan paling ramai, kata dia, ketika akhir pekan. Apalagi, saat musim liburan. Dari usaha ini, Iie mengaku bisa meraup omzet Rp  500.000 hingga Rp 1 juta per hari.

Selain menu beragam, pihaknya memiliki tips khusus agar rasa baksonya tetap awet. Yakni, menyajikan pentol yang fresh. Pelanggan hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Sehingga,  pentolnya terasa empuk. “ Ini bagian dari servis kami kepada pelanggan. Agar rasa bakso tetap gurih,” jelasnya. Tampilan bakso “Kediri” ini juga menggoda. Satu mangkok berisi mie kuah, kerupuk pangsit ditaburi bawang goreng dan irisan daun seledri. Musim hujan kata Iie, pelanggan justru  makin bertambah. Meski bahan bakso kerap naik, pihaknya belum menaikkan harga bakso. “ Harapannya harga cabai segera turun,” pungkasnya. (ida)