Awas, Upal Marak Jelang Pilgub

13
Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarma menunjukkan barang bukti upal. (foto/bb/udi)

Glenmore (BisnisBanyuwangi.com) – MEMASUKI tahapan pilgub, mulai dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab meraup keuntungan. Salah satunya, mengedarkan uang palsu (upal). Menjelang pilgub, upal ditengarai mulai marak. Selain mengeruk keuntungan, upal juga ditengarai menjadi salah satu alat meraup dukungan massa. Masyarakat diminta waspada.

“ Memang tidak ada kaitanya peredaran upal dengan pilgub. Tapi, kami berharap ajang pilgub bisa kondosuf. Tidak ada praktik politik uang. Jika masyarakat menemukan upal, segera melapor, apapun modusnya,” kata Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman, Senin lalu.

Dijelaskan, modus peredaran upal di masyarakat biasanya dilakukan cukup rapi. Apalagi, kualitasnya mendekati asli. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat selalu curiga ketika ada yang menukarkan lembaran uang baru. Terutama, pedagang di pasar atau di kawasan pedesaan. “ Kita berhasil menangkap pelaku peredaran upal di Songgon. Modusnya, belanja sembako dengan upal. Sepintas bentuknya mirip asli. Bahkan, ada pita segel,” jelas mantan Kapolres Trenggalek ini.

Mengantisipasi peredaran upal, pihaknya memerintahkan jajaran Polsek hingga ke Babinkamtibas ikut siaga. Terutama, menyadarkan masyarakat agar waspada dengan peredaran upal. “ Yang terpenting masyarakat, bisa cepat melapor jika mendapatkan upal,” jelas Kapolres.

Pelaku peredaran upal diringkus jajaran Polres Banyuwangi, Sabtu lalu. Dari tangan pelaku diamankan 60 lembar upal pecahan Rp 50.000. Penangkapan berawal dari laporan warga di sekitar pasar Songgon. Pelakunya, Siti Mariam (53), asal DesaTegalharjo, Kecamatan Glenmore. Ibu rumah tangga ini beraksi dengan mengendarai mobil Toyota Avanza putih bernopol  P 801 VQ. Pelaku mendapatkan upal dari seseorang di Probolinggo. Nilai transaksinya, uang Rp 1 juta asli ditukat dengan Rp 3 juta upal. (udi)