Desa Karangdoro Harga Stabil, Galakkan Jambu Getas Merah

78
Lomba gethek di Desa Karangdoro. (foto/bb/ist)

Tegalsari (BisnisBanyuwangi.com) – DESA Karangdoro berada di wilayah Kecamatan Tegalsari. Jika datang ke desa ini, rasanya sayang jika tak membawa pulang oleh-oleh atau sekadar mencicipi hasil pertanian warga setempat. Yakni, jambu kristal dan getas merah. Rasanya gurih. Harga  komoditi ini juga stabil. Sehingga, menjadi andalan warga.

Dusun Sumberagung menjadi salah satu wilayah sentra jambu getas merah dan jambu kristal. Mayoritas warganya bertani jambu. Salah satunya, Saimun. Pria ini menuturkan, tanaman jambu biji mulai dikembangkan warga sejak tahun 2005. Saimun baru mulai menanam sejak lima tahun belakangan. Luasnya setengah hektar. “Awalnya saya menanam jambu getas merah,” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi,pekan lalu.

Awalnya, Saimun menanam 130 pohon. Harga bibitnya Rp 5.000 per pohon.  Pasokan bibit didatangkan dari Tulungagung. Menurutnya, jambu getas merah ini jenis tanaman yang mudah dikembangkan, perawatannya mudah, serta memiliki batang kuat. “Usia satu setengah tahun pohon mulai berbunga,” ucap pria yang juga perangkat Desa Karangdoro ini.

Menariknya, masa buah ini sepanjang musim. Sehingga setiap waktu bisa panen. Saimun sendiri melakukan pemanenan tiap dua hari sekali.  Ditambahkan, dalam budidaya jambu getas merah ini membutuhkan pengairan yang teratur, pemupukan rutin.

Para petani jambu pun tak perlu repot pemasaran. Tiap waktu, sudah ada pengepul yang siap mengambil hasil panen. Harga jambu getas merah ini tergolong stabil, Rp 3.500 per kilogram. Kini, dari 130 pohon jambu getas merah, seluruhnya sudah produktif. Dari usaha ini, Saimun mengaku sekali panen bisa mengantongi Rp 200.000 hingga Rp 300.000.  Kini, Saimun pun mencoba mengembangkan jambu kristal dengan menanam 50 pohon. (tin)

 Dari Lomba ke Festival “Gethek”

MAYORITAS warga Desa Karangdoro adalah petani. Meski bukan dari latar belakang nelayan, namun warga Karangdoro pintar membuat gethek. Perahu hasil rakitan warga ini dilombakan.

Lomba perahu gethek  digelar, Agustus silam. Namun, kesan mendalam masih melekat di hati warga setempat. Mereka ingin acara serupa digelar lagi. Saat kegiatan ini dihelat, penontonnya tak hanya warga desa setempat. Banyak juga warga desa lain datang menyaksikan acara yang baru pertama digelar ini.

Lomba gethek ini digelar antar RT. Sebanyak 60 RT mengikuti lomba gethek ini. Menurut Kades Karangdoro, Supriyadi berkat antusias warga dengan lomba gethek , tahun 2018  ini akan disajikan lebih menarik dalam bentuk festival. “Rencana Festival Gethek digelar Juli mendatang,” ucapnya.  Even ini diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke desa ini. Sehingga makin dikenal. (tin)