Servis Jam Tangan tetap Bertahan

89
Jasa servis jam tangan yang masih bertahan di kota Genteng. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – SALAH satu aksesoris yang tidak pernah surut sejak dahulu adalah jam tangan. Baik muda, tua, laki dan perempuan menyukai jam tangan untuk mendukung penampilan. Kondisi ini yang membuat jasa servis jam tengan tetap bertahan. Meskipun, jumlahnya kian surut.

Salah satu yang masih bertahan, Ahmad, pria asal Desa Genteng Wetan, Genteng. Usaha servis jam yang dimiliki pria 85 tahun ini adalah turun temurun. Karena itu, hingga kini, dia masih bertahan.

Berbagai merk jam sudah dikenalnya. Termasuk, karakteristiknya. Meski usai tak lagi muda, Ahmad tetap menjalankan usaha jasa tersebut. Sebelum membuka lapak di Genteng, Ahmad sempat menjadi penjual jam keliling. Sekaligus, jasa servis. “ Dahulu, jam tangan belum semurah sekarang. Yang pakai dan jual juga jarang,” kata Ahmad kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Meski kini tak seramai dulu, Ahmad tak patah semangat. Dia tetap setia menekuni jasa servis ini. Sejak 10 tahun terakhir, Ahmad tidak lagi berkeliling. Kini, memilih menunggu konsumen, menggunakan lapak. Didalam etalase miliknya berjajar aneka merk jam tangan. Baik yang lama maupun baru. Dia membuka lapaknya mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, di depan pertokoan pasar Genteng.

Selain memperbaiki, Ahmad juga melayani tukar tambah jam tangan. Dari dahulu hingga sekarang kata dia, kerusakan jam kebanyakan pada motor penggerak dan ganti baterai. Ongkos perbaikan tergantung tingkat kerusakan. Rata-rata, Rp 20.000 hingga Rp 200.000, tergantung merk.

Karena pemain lama, Ahmad sudah memiliki banyak pelanggan. Mereka datang dari berbagai daerah di Banyuwangi. Meski usianya tak lagi muda, Ahmad tetap teliti memperbaiki jam tangan. Padahal, banyak onderdil yang kecil. “ Ini sudah menjadi mata pencaharian saya. Jadi, harus selalu teliti,” jelasnya.

Setiap harinya, 2-3 pelanggan datang ke tempatnya. Dari usaha ini, omzet rata-rata sekitar Rp 500.000 per bulan. Di usia senja, Ahmad tetap bertahan dengan jasa servis jam. Alasannya, dia tidak ingin  membebani siapapun, termasuk menopang perekonomian keluarga. (ida)