Pentol Goreng, Omzetnya Rp 1,5 Juta Per Hari

249
Usaha pentol goreng omzetnya tembus Rp 1,5 juta per hari. (foto/bb/tin)

Rogojampi (BisnisBanyuwangi.com) – PROSPEK usaha gorengan di Banyuwangi sepertinya cukup cerah. Hal ini dibuktikan Yohan, penjual pentol goreng di kawasan Rogojampi.  Diakuinya, usaha pentol goreng menjadi bisnis keluarga. ”Sebelumnya kami sudah 10 tahun berjualan pentol goreng di Kalimantan,” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Saat itu, usaha pentol goreng miliknya sampai memiliki 3 outlet. Menghabiskan 2 kuintal bahan ayam per hari. Omzetnya Rp 5 juta hingga Rp  6 juta per hari.

Kini, Yohan mencoba merintis usaha pentol goreng di kota kelahirannya Rogojampi. “Untuk yang di sini baru setahun,” ungkapnya. Meski baru setahun usahanya berjalan, kini Yohan sudah memiliki 2 outlet pentol goreng di kawasan Rogojampi.

Pentol goreng buatannya dibikin dari bahan ayam. Kemudian ditusuk. Sehingga bisa disebut sate pentol. Tak hanya pentol goreng, Yohan menjual cireng ayam goreng, tahu pentol ayam goreng dan mie balut telur. Seluruhnya ditusuk seperti sate. Sehingga lebih menarik dan mudah saat menyantapnya.

Sebelum disajikan, pentol, cireng dan tahu pentol dicelupkan dalam adonan tepung bumbu, lantas di goreng dengan cara deep freying atau banyak minyak. Rasanya pun lebih krispi dan gurih.

Harga per tusuk sama untuk semua jenis makanan, hanya Rp 1.000. Dalam sehari, Yohan mengaku bisa menjual rata-rata 1500 tusuk per hari. Dengan omzet Rp 1,5 juta per hari per outlet. Jika bulan puasa, permintaan tambah banyak, bisa mencapai 2.000 hingga 2.500 tusuk per hari. Dengan menghabiskan bahan baku ayam sebanyak 35 kilogram. Yohan mengaku prospek usaha kuliner di Banyuwangi cukup bagus. (tin)