Memikat, Kerajinan Berbahan Pelepah Pisang

19
Kerajinan berbahan pelepah pisang yang memikat di Gresik. (foto/bb/BS)

Gresik (BisnisBanyuwangi.com) – BERMULA dari kekaguman dengan tanaman pisang yang memberikan manfaat, Syafik, pria asal Gresik, berhasil membuat kerajinan unik berbahan pelepah pisang. Beragam kerajinan memikat dibuat. Mulai topi, tas, tempat tisu,tudung saji, gantungan lampu , dan lain-lain. Kerajinan pelepah pisang yang diproduksi Syafik memiliki harga yang variatif. Mulai Rp 5.000 hingga Rp 500.000 per biji.

Produk buatan Syafik dengan mudah diterima oleh pasar, baik  lokal maupun mancanegara. Selain memiliki nilai  seni tinggi, Syafik juga konsisten menggunakan bahan ramah lingkungan. “ Buyer dari luar negeri sangat teliti dalam menilai penggunaan bahan. Mereka tidak mau membeli produk mengandung kimia seperti tiner,” kata Syafik kepada  Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Menggunakan label “Gedebok Art”, Syafik rajin mengikuti berbagai pameran untuk memperkenalkan produknya. Baik dalam maupun luar negeri. Selain dipasarkan lewat pameran, banyak  juga galeri yang menawarkan kerjasama. Bahkan ada sebuah maskapai penerbangan yang siap menampung  produknya tersebut.

“Sistem konsinyasi dan bagi hasil yang diterapkan oleh beberapa galeri sangat merugikan pengrajin. Karena selain melakukan pembayaran mundur sampai beberapa bulan, mereka juga meminta bagi hasil yang tinggi sampai 40 persen,” jelas Syafik yang juga pengurus di beberapa organisasi UKM ini.

Berbagai organisasi usaha kecil menengah  diikuti oleh Syafik. Seperti Panutan Gresik, Ekselen Preneur Indonesia (EPI), Asosiasi Handycraft Jawa Timur, Perhimpunan Komunitas Jawa Timur (PKJT) dan Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM). Melalui komunitas yang diikuti, Syafik  berharap bisa menemukan orang yang tepat dan  memiliki jiwa seni untuk diajak kerjasama, khususnya memasarkan produk yang dihasilkan. Targetnya, menembus pasar luar negeri.

Selain pelepah pisang , saat ini Syafik sedang mengembangkan produk lain. Seperti, aneka kelompen hias untuk perempuan. Syafik berharap produk kelompen dapat mengikuti kesuksesan produk pelepah pisang miliknya. (nanang sutrisno/BS)