Dinda Tuesima Dewi Awalnya Nyumbang Lagu

Dinda Tuesima Dewi. (foto/bb/dok.pribadi)

Tegaldlimo (BisnisBanyuwangi.com) – MENITI karir memang harus dimulai dari nol. Tanpa terkecuali di bidang musik. Berawal dari menyumbang lagu di panggung hajatan, sosok Dinda Tuesima Dewi, justru kian mantap meniti karir di dunia hiburan. Bukan tanpa alasan. Bagi penyanyi asal Sumbermulyo, Kecamatan Tegaldlimo ini, menyanyi tak sekadar hobi. Namun, mendatangkan rezeki.

“ Ya dulu awalnya suka menyanyi mulai kelas 5 SD. Lalu, menyumbang lagi di hajatan, tidak dibayar,” kenang Dinda saat berbincang dengan Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Meski begitu, pemilik bintang Leo ini tak pernah patah arang. Akhirnya, ketika duduk di bangku kelas 2 SMP, karirnya mulai dihargai. Ketika manggung, dia mendapatkan bayaran. “ Bayaran pertama sedikit. Tapi, senang. Bangga bisa mendapatkan uang sendiri,” ujar dara cantik kelahiran 5 Agustus 1997 ini. Sejak itu, semangatnya terjun ke dunia hiburan kian kuat. Menurutnya, dari hobi menyanyi akhirnya berlanjut menjadi profesi.

Di panggung, Dinda lebih banyak menyanyikan lagu-lagu Using. Meski lagu dangdut juga kerap dinyanyikan. “ Tapi, saya lebih suka lagu Using,” imbuhnya. Berkat suaranya yang syahdu, Dinda kerap diajak manggung ke berbagai daerah. Mulai Malang, Pacitan, Jember hingga Bali. Dukungan orang tua, menjadi motivasinya menekuni karir, meski harus membagi waktu sambil kuliah. “ Kebetulan ortu juga mendukung,” kata putri pasangan Mujiyanto dan Sriyani ini.

Kepiawaian Dinda berolah vokal ternyata anugerah dari Tuhan. Dia mengaku belajar otodidak. Namun, darah seni ternyata mengalir dari sang kakek dan bude yang dahulu juga penyanyi.

Meski harus sibuk kuliah, Dinda tetap eksis berkarir di dunia musik. Dia mengaku akan terus menyanyi sampai tua. Bahkan, ketika kelak lulus kuliah dan bisa mengajar, mahasiswi jurusan Pendidikan Guru SD ini memastikan akan tetap terjun ke dunia musik. Baginya, berkarir di musik memiliki banyak pengalaman. Salah satunya, banyak teman. Lalu, bisa mengerti susahnya mencari uang. Untuk urusan kostum, Dinda terkadang mendesain sendiri. “ Ada juga yang beli,” pungkas dara yang hobi masak dan baca buku ini. (udi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here