Becak Motor Dilarang Keluar Pelabuhan

Polisi merazia becak motor di kawasan Muncar, pekan lalu. (foto/bb/udi)

Muncar (BisnisBanyuwangi.com) – MARAKNYA angkutan becak motor (betor) di kawasan Muncar mendapat tindakan tegas dari Polres Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka dilarang mengangkut penumpang keluar pelabuhan. Sebab, kondisi kendaraan itu tak standar. Sehingga, membahayakan.

Selain melarang, polres juga gencar menggelar razia betor. ” Becak motor ini termasuk ilegal. Sebab, tak memiliki standar dan surat kelengkapan. Kondisinya juga membahayakan pengendara lain,” kata Ipda Taufan Akbar, Kanit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Banyuwangi disela razia betor, pekan lalu.

Perwira ini menjelaskan, kendaraan rakitan melanggar  pasal 287 ayat 6 jo 104 huruf (h) Undang-undang Lalu Lintas. Betor kata dia, termasuk kendaraan rakitan. Mereka menggunakan mesin tempel. Ada juga yang memodifikasi sambungan motor dan becak. Karena tak ada surat kelengkapan, kata Ipda Taufan, pengendara betor juga tidak bisa memakai SIM biasa. “ Jadi, ini bukan kategori kendaraan umum. Pengendaranya juga tidak bisa memiliki SIM,” jelasnya didampingi Kanit Lantas Polsek Muncar, Ipda Kateno.

Ditambahkan, setahun lalu, pihaknya bersama polsek sudah melakukan sosialisasi ke warga. Kendaraan betor hanya diperbolehkan beroperasi di sekitar pelabuhan pendaratan ikan Muncar. Peruntukannya hanya mengangkut ikan hasil tangkapan nelayan. “ Ini mereka sudah melanggar, karena berani keluar pelabuhan dan mengangkut penumpang. Sehingga, kita tertibkan,” jelasnya lagi.

Selain  betor, larangan juga menyasar kendaraan rakitan lainnya. Seperti, penggilingan beras keliling dan kereta kelinci. Kendaraan tanpa surat ini dilarang  beroperasi di jalur kabupaten. Mereka hanya boleh melintasi jalanan di kawasan pedesaan. “ Seluruhnya kita tertibkan. Ini bagian dari antisipasi keselamatan di jalan raya,” imbuhnya.

Salah satu pengendara betor, Boimin, berdalih terpaksa menggunakan betor untuk mengangkut penumpang lantaran tak kuat lagi mengayuh becak. Betor miliknya hasil rakitan dengan biaya Rp 3,5 juta. “ Dahulu masih kuat, pakai becak biasa. Sekarang sudah tua, jadi pakai betor,” dalihnya. (udi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here