Desa Tegalarum Siapkan Layanan Plus

45
Kades Tegalarum, Ahmad Turmudi. (foto/bb/tin)

Sempu (BisnisBanyuwangi.com) – SESUAI namanya, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, adalah sebuah desa kecil yang subur. Memiliki suasana alam yang indah, banyak sungai, merupakan pesona tersendiri datang ke desa ini. Desa Tegalarum merupakan desa pecahan dari Desa Sempu. Dan, terbentuk secara definitif tahun 1999. Meski terbilang baru, desa ini kaya prestasi. Pelayanan bagi masyarakat juga dibuat beda. Ada layanan plus.

Nama Tegalarum diambil dari dua suku kata. Tegal dan Arum. Tegal  diambil dari Bahasa Jawa, bermakna, pekarangan atau sawah. Sementara Arum, merupakan singkatan dari, Ayu atau Apik, Romantik, Unik dan Menarik. Tak hanya, suasana alamnya yang indah, mempesona, tapi sejak dulu, keindahan kulit warga desa setempat juga sohor. Konon, yang menyebabkan kulit lebih kuning ini dari air subur warga yang berair kuning.

Desa Tegalarum terdiri dari dua dusun, Dusun Darungan dan Tegalyasan. Saat ini desa yang hanya memiliki luas 243 hektar ini memiliki jumlah penduduk 7.000 jiwa. Sejak dulu, Desa Tegalarum dikenal lewat usaha gula merah. Seiring waktu, banyak warga tak lagi menekuni usaha ini, beralih ke bidang usaha lain. Seperti bidang pertanian, peternakan dan perikanan.

Bidang pertanian, selain padi, warga mulai mengembangkan buah naga. Sementara, sektor peternakan, banyak warga memelihara ayam ras. Melimpahnya air, membuat sejumlah warga juga menekuni usaha budidaya ikan segar. Meski begitu, beberapa warga masih bertahan sebagai penderes kelapa. Mereka tersebar di dua dusun.

Datang ke desa ini rasanya belum lengkap jika tak menikmati suasana alamnya. Salah satunya Dam Sari. Keberadaan dam ini menjadi daya tarik jika datang ke desa ini. Sumber airnya melimpah dan jernih. Berasal dari Sungai Setail, dari mata air Gunung Raung. Selain kondisinya yang bersih, pemandangan alam sekitarnya sangat indah dan alami. Selain berfungsi sebagai sumber pengairan, dan ini menjadi tempat favorit bagi pemancing.

Berbagai prestasi sempat diraih desa ini. Tahun 2015, Desa Tegalarum meraih Juara II Lomba Sungai Bersih, 2016. Kepala Desa Tegalarum Ahmad Turmudi mengatakan, saat ini pihak desa tengah merintis Dam Sari ini sebagai objek wisata air di Desa Tegalarum. “Dananya sekitar Rp 100 juta. Kini sudah memasuki proses pengerjaan,” ucapnya saat ditemui Bisnis Banyuwangi, belum lama ini. Dia berharap adanya wisata air ini bisa menjadi wahana rekreasi warga, serta meningkatkan sumber ekonomi warga.

Diakuinya, saat ini pihaknya getol mengembangkan berbagai potensi yang ada di Desa Tegalarum. Salah satunya potensi wisata air. Selain Dam Sari, desa ini memiliki banyak sungai. Yakni Sungai Tugung, Sungai Jalen, Sungai Jaran dan Sungai Plampang. Tiap sungai memiliki pesona tersendiri. Guna menjaga kelestarian dan ekosistem sungai, pihaknya, memberikan larangan kepada warga menangkap ikan dengan racun yang bisa merusak. Bahkan tahun 2014,  dilakukan pelepasan 14.000 ikan patin, tombro dan mujair ke Dam Sari.

Melimpahnya air, membuat warga desa ini juga tertarik mengelola usaha perikanan. Budidaya ikan segar ini banyak ditekuni warga Dusun Tegalyasan. Yakni budidaya lele, tombro dan gurami. Kata Turmudi, sejauh ini pasokan ikan segar masih sebatas memenuhi pasar lokal.

Kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan juga patut diacungi jempol. Hampir 100 persen warga memiliki jamban. Kondisi kamar mandi warga juga bagus. Tak heran jika dua kali desa ini menyabet prestasi sebagai Juara I, Lomba Jeding Rijig tahun 2014 dan 2016. Yakni, RT 01, RW VIII Dusun Darungan, tahun 2014 dan RT 02, RW V Dusun Tegalyasan, tahun 2016. Hal ini berkat sosialisasi kebersihan yang baik terhadap warga. (tin)

Unggulkan Layanan Plus

TERKAIT bidang pelayanan, selain memberikan pelayanan siang malam, pihak Desa Tegalarum juga memberikan pelayanan plus bagi warga. “Saat ini warga bisa mengurus SKCK lewat desa, sehingga tak perlu jauh-jauh datang ke Polsek,” ucap Turmudi.

Gagasan ini kata Turmudi merupakan inisiatif dari pihak desa. Sebab, selama ini warga yang akan mengurus SKCK cukup jauh. Layanan ini mendapat sambutan bagus dari warga. Terbukti, meski masih 15 hari dibuka, antusias warga datang membuat SKCK, sangat tinggi. Tak hanya warga Desa Tegalarum, warga Desa Jambewangi dan Desa Sempu bisa mengurus SKCK lewat Kantor Desa Tegalarum.  “Adanya layanan ini, tentu proses SKCK menjadi lebih cepat dan singkat. Mungkin ini bisa diterapkan juga di desa lain,” pungkasnya. (tin)