Camilan Tahu Makin Pedas, Makin Disukai

54
Gerai camilan tahu sistem waralaba. (foto/bb/tin)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – TAHU, kuliner satu ini sudah sangat familiar di lidah masyarakat. Inilah alasan Yongki bersama sang istri melirik usaha “Kuch 2 HoTahu”. Sebelumnya pasutri ini menekuni usaha souvenir. Lantaran usaha ini bersifat musiman, mereka tertarik berkecimpung ke usaha kuliner. “Menurut saya prospek usaha kuliner ini lumayan bagus,” ucap Yongki pemilik gerai Kuch2 HoTahu di kawasan Pesanggaran kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu. Pasutri ini tertarik membeli usaha dengan sistem waralaba dari Jawa Tengah. Dengan alasan lebih mudah, praktis dan sudah dikenal. Harganya, Rp 8,5 juta.

Meski banyak produk ditawarkan secara waralaba, pasutri ini sengaja memilih menjual produk tahu. Ternyata prediksinya tak meleset. Meski baru 5 bulan usaha itu berjalan, peminatnya lumayan banyak. Terutama kalangan muda. Yang menarik dari produk tahu goreng ini, ada 35 rasa yang ditawarkan. Dari rasa sapi panggang pedas, balado pedas, keju pedas dan barbeque pedas. Diakuinya rasa pedas ini menjadi daya tarik produk tahu goreng, lengkap dengan taburan bumbu aneka rasa pedas. Bahkan kata Yongki rasa pedas ini tersedia sampai 7 level. “Makin tinggi level pedasmya, makin disukai, terutama anak-anak muda,” ucapnya.

Selain menawarkan rasa, bahan yang dipakai jenis tahun khusus. Dengan kualitas di atas pasaran. Rasanya pun antikecut. Bahan tahu ini lantas digoreng dengan tepung bumbu. Sehingga rasanya lebih gurih dan krispi. Kini, banyak orang yang semula tak suka tahu, menjadi doyan menikmatinya. Apalagi harga yang ditawarkan sangat terjangkau untuk kalangan anak muda. Hanya Rp 5.000 per porsi. Dalam sehari rata-rata pasutri ini bisa menjual 300 hingga  400 potong tahu. Omzetnya Rp 10 juta hingga Rp 12 juta per bulan. (tin)