Nasi Gembira Dari “Online” Berkembang 20 Outlet

68
Cak Iyan bersama istri menunjukkan Nasgem yang ditawarkan waralaba. (foto/bb/tin)

Lateng (BisnisBanyuwangi.com) – SEBUAH usaha tak harus dimulai dari modal besar. Berangkat dari modal kecil, dari tak memiliki outlet, usaha bisa dilakukan. Hal inilah yang dilakoni Rohman Alfian atau karib disapa Cak Iyan. Tahun 2015, pria yang menetap di kawasan Lateng, Banyuwangi ini merintis usaha Nasi Gembira (Nasgem). Di awal usaha, dirinya hanya melayani delivery order. Setelah 1,5 tahun usahanya berjalan, kini sudah ada 20 outlet Nasgem dikelola, tersebar di berbagai kota.

Dunia kuliner sudah diakrabi pria kelahiran Banyuwangi 18 Agustus 1973 ini sejak tahun 2006. Saat masih di Yogyakarta, berbagai jenis usaha kuliner sempat dia lakoni. Dari usaha kerupuk, ayam berontak dan Nasi Bungkus Anget (NBA). Dan, sampai kini dirinya memilih tetap fokus di usaha kuliner. “Usaha kuliner ini sudah menjadi bisnis  keluarga  kami,” ungkapnya kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Ide merintis usaha Nasgem dari sang istri yang mendapat kiriman nasi kemasan. Kebetulan di Banyuwangi saat itu belum ada konsep nasi kemasan yang menarik. Berangkat dari modal Rp 2 juta, Cak Iyan bersama sang istri merintis usaha nasi kemasan “ Nasgem”. Nama tersebut sengaja dia pilih dengan harapan nasi ini selalu mendatangkan kegembiraan bagi setiap orang yang menyantapnya.“Di samping itu, saya yakin nama itu berkah,” ucap suami Ajeng ini.

Cak Iyan sengaja menawarkan konsep beda. Yakni menyuguhkan nasi kemasan yang praktis dan higienis. Ada 10 pilihan menu yang ditawarkan. Seperti tuna, daging, ayam, teri dan kini hadir menu baru tera jana dan sayap-sayap patah. Disajikan lengkap dengan sambal ijo.

Selain menawarkan rasa yang  nikmat, penyajiannya pun dibuat beda, dengan topping di dalam nasi. Harganya pun dibuat terjangkau Rp 9.000 per kotak. “Target saya Nasgem ini bisa diterima semua kalangan di lidah semua masyarakat,” ucap ayah dari Fazia Aqila Rahma dan Fazila Meysa Rahma ini.

Dari hanya melayani pesanan, lambat laun permintaan franchise kian banyak. Cak Iyan makin yakin mengembangkan usahanya dengan konsep waralaba. Untuk menyiapkan ke arah usaha warlaba ini perlu waktu delapan bulan. Cak Iyan mengaku tak ingin terburu-buru. Dirinya sengaja menyiapkan segalanya dengan baik. Kini, sudah ada 20 oultet Nasgem di seluruh kota di Indonesia. Seperti Banyuwangi, Bali, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Tegal dan Jakarta. Bahkan artis papan atas Fitri Karlina pun tertarik menjadi pemilik waralaba. “Untuk kawasan Banyuwangi ada 7 outlet,” ucapnya.

Sistem yang dia tawarkan beli putus. Pemilik waralaba mendapat bahan dan SOP pengolahan dan penyajian. Permintaan waralaba ini sampai ke luar pulau seperti Medan dan Papua. “Untuk Medan dan Papua saya tawarkan sistem beli wilayah akibat kendala pengiriman bahan,” ucapnya. Menurutnya, keuntungan beli wilayah ini, pemilik berhak menjual waralabanya.

Harga waralaba ditawarkan Rp 12 juta. Pemilik sudah bisa balik modal setelah 4 – 5 bulan usaha berjalan, dengan catatan hasil penjualan 40 kotak per hari.

Menurut Cak Iyan, jika dulu orang harus buka gerai, untuk bisa membuka usaha kuliner. Tren sekarang berbeda. Justru, usaha bisa diawali dari online. Setelah punya nama dan pelanggan baru buka oultlet atau gerai.

Keuntungan usaha Nasgem ini bisa dijalankan siapapun, termasuk ibu rumah tangga. “Ini solusi bagi mereka yang ingin usaha di rumah,” ucapnya.

Kini permintaan Nasgem ini cukup banyak. Nasgem ini kata Cak Iyan diminati untuk berbagai acara. Seperti syukuran, untuk acara seminar dan even lainnya. Kini per hari, Cak Iyan bisa melayani pesanan 60 -80 Nasgem per hari. “Jika week end, bisa lebih banyak sampai 200 hingga 250 kotak per hari,” ucapnya. Cak Iyan mengaku tak pernah menolak pesanan. Jika kualahan dirinya menyerahkan pesanan ke mitra kerja. Dari usaha ini, dirinya bisa meraih omzet Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per bulan. (tin)