Murah, Jasa Sepuh Emas tetap Laris

Jasa sepuh emas tetap laris di tengah maraknya jenis perhiasan. (foto/bb/ida)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – MAHALNYA perhiasan emas memberikan peluang bisnis bagi jasa sepuh emas. Jasa membuat perhiasan emas ini tetap laris. Sebab, lebih murah. Kualitasnya juga tak kalah dengan perhiasan emas asli.

Sejak dulu, jasa sepuh emas menjadi legendaris di pasar tradisional. “ Perhiasan emas kan mahal. Jadi, masih ada saja yang menggunakan jasa  sepuh emas, karena lebih murah,” kata Suyono, pemilik jasa sepuh emas di Jalan Garuda, Genteng Kulon, Kecamatan kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Bermodal Rp 2 juta, Suyono membuka jasa sepuh emas sejak tahun 1970. Perjalanan usahanya bisa dibilang pasang surut. Namun, kata dia, permintaan jasa sepuh tetap ada. “ Kalau pelanggan kebanyakan kaum wanita,” jelasnya. Selain melayani jasa sepuh emas, pihaknya juga menyediakan aneka perhiasan. Mulai gelang, kalung, cincin dan anting.

Menurut Suyono, jasa sepuh adalah membuat perhiasan menjadi lebih baru. Sepuh ini bisa mencuci perhiasan atau melapisinya dengan sedikit balutan emas. Sehingga, tampak kinclong dan tahan lama.

Perhiasan yang disepuh, kata dia, warnanya hanya tahan satu bulan. Dan, tidak boleh terkena air. Jika begitu, lapisan sepuhnya akan luntur. Dengan sepuh, kata dia, aneka perhiasan bisa dibuat mengkilap, layaknya baru. Selain sepuh, Suyono melayani jasa servis perhiasan. Ttarif sepuh dan servis mulai Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Khusus sepuh lapis emas, mulai Rp 300.000 hingga Rp 500.000, tergantung kadar emas yang dipakai.

Pihaknya juga melayani tukar tambah perhiasan emas. “ Kami juga melayani  pembuatan perhiasan,” jelas pemilik “Andita Emas” ini. Pelanggan jasa sepuh ini, kata dia, datang dari berbagai daerah di Banyuwangi selatan. Mulai Genteng, Kalibaru, Jajag dan Sempu.

Proses penyepuhan emas rata-rata hanya membutuhkan waktu 15 menit. Jadi, pelanggan bisa menunggu. Dalam menyepuh, kata dia, harus ekstra hati-hati. Sebab, sepuh mengandung campuran bahan kimia. Sehingga, berbahaya. Lalu, melalui proses pembakaran dan didinginkan.

Suyono dibantu satu karyawan yang ikut menyepuh. Biasanya kalung dan gelang yang paling banyak disepuh. Jasa sepuh ini paling ramai ketika musim hajatan dan menjelang lebaran. Dari usaha ini, omzet bisa mencapai Rp 10 juta per bulan. Meski sederhana, kata dia, proses sepuh emas ini cukup rumit. Sehingga, harus esktra hati-hati. Pria ini optimis, jasa sepuh emas akan tetap laku. Meski, toko emas kian menjamur. Bahkan, menawarkan perhiasan dengn harga lebih murah. (ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here