Komunitas Jalan-jalan Seru (JJS) Banyuwangi Kampanyekan Buah Segar untuk Anak-anak

22
Tim JJS bersama anak-anak Kampoeng Batara. (foto/bb/wid)

Kalipuro – JALAN-JALAN sambil berbagi ilmu, itulah yang konsisten dilakukan Komunitas Jalan-jalan Seru (JJS) Banyuwangi. Seperti biasa, dalam kegiatannya menanamkan edukasi. Seperti dilakukan, pekan lalu. Komunitas ini mengkampanyekan pentingnya buah segar kepada anak-anak Kampoeng Batara di Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro.

Naik turun menyusuri jalanan yang terjal menjadi pengalaman menarik personel JJS. Kali ini, mereka menyambangi anak-anak kelompok sekolah alternatif di Kampoeng Batara. Senyum personel JJS langsung mereka ketika tiba di lokasi. Tepuk tangan anak-anak menyambutnya.

 “Ya, minggu ini kami dari JJS Banyuwangi sengaja ke Kampoeng Batara untuk saling berbagi ilmu tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kemudian bagaimana membuat makanan dari buah yang disukai anak-anak, “ kata ketua JJS Yuniar Sulistyo kepada Bisnis Banyuwangi.

Yuniar menambahkan kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan komunitasnya. Tidak hanya di sekolah formal, di tempat-tempat yang berbasis pendidikan pun, pihaknya selalu menerapkan pengetahuan untuk masyarakat.

Menurutnya, meski nama komunitasnya Jalan-Jalan seru, namun pihaknya menepis opini kebanyakan orang yang beranggapan jalan – jalan hanya menghamburkan uang. Padahal, apa yang dilakoni JJS Banyuwangi justru sebaliknya. Bermodal motor dan naik truk, komunitas yang telah banyak mengangkat beberapa objek wisata di Banyuwangi ini juga banyak membantu pemerintah mempromosikan Banyuwangi dengan panorama wisatanya.

“Kenapa kami memilih Kampoeng batara, karena menurut kami, di sini kegiatannya selalu aktif. Selain itu, banyak konsep-konsep yang mengangkat kearifan local. Kedua kalinya kami bisa belajar dan bermain bersama di sini,” kata gadis asal Glenmore ini.

Di Kampoeng Batara, komunitas JJS Banyuwangi mengawali kegiatannya dengan sesi perkenalan. Kemudian, menyanyikan lagu-lagu dari Kampoeng Batara dan JJS Banyuwangi. Dilanjutkan pembentukan tim atau kelompok. Setelah itu, salah satu tim dari JJS Banyuwangi yang berasal dari Dinas Kesehatan, Maya, memberikan pengetahuannya tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Tidak hanya teori membudayakan hidup bersih dan sehat,tim JJS juga praktik bersama melakukan cuci tangan, sebelum dan sesudah kegiatan. Lalu, pengenalan tentang buah-buahan segar yang dibuat sate oleh peserta. “Kali ini kami ingin mengajak generasi disini untuk membangun budaya PHBS, kemudian membuat sate buah dan spageti, supaya  anak-anak bisa berkreasi sendiri,” jelasnya.

Para peserta diberi tusuk sate dan disiapkan buah-buahan segar. Seperti buah melon, semangka dan buah naga yang dipotong dadu. Juga ada susu dan meses. Anak-anak diberi kesempatan membuat sate buah, hanya dengan durasi waktu 5 menit. Setelah itu, hasil dari kreasi sate buah diletakkan dipiring, siap dinilai dan diambil pemenangnya.

Tidak hanya membuat sate buah, anak-anak Kampoeng batara juga diajari membuat spageti. Bahannya,  sayur, tomat, mayonaise, daging, roti dan beberapa perlengkapan lain. Dengan durasi waktu 5 menit, para peserta didampingi tim JJS Banyuwangi menyusun bahan-bahan menjadi spageti. Hasilnya juga dinilai. “Ya, sebenarnya kegiatan ini lebih mengajak kepada masyarakat dan anak untuk menikmati buah segar daripada makanan cepat saji. Banyuwangi kan sentra buah segar,” kata Yuniar.

Ditambahkan, kegiatan ini juga merupakan kampanye bagaimana anak-anak dikenalkan dengan makanan sehat. Karena,kata dia, kebanyakan anak-anak tidak suka dengan sayur, tomat dan lainnya. Sehingga, dengan perpaduan roti, mayonaise dan lainnya, diharapkan bisa menambah minat anak-anak untuk makan buah segar.

“Harapannya, semoga kita lebih mencintai buah lokal dan bisa menikmati buah-buahan segar di sekitar kita. Karena banyak cara menikmati buah yang awalnya tidak disukai menjadi disukai,”pungkasnya. (wid)