Furnitur Rotan Sintentik Unik dan Anti Jamur

18
Furnitur rotan sintetik diminati. (foto/bb/tin)

Rogojampi – BAHAN ROTAN untuk furnitur memiliki kesan unik dan artistik. Masalahnya bahan rotan tak awet dan tahan lama. Masalah jamur dan kutu kayu menjadi ancaman furnitur berbahan rotan. Hal inilah yang memacu Ayu bersama sang suami menawarkan furnitur  bahan rotan sintetik. Memiliki motif sama seperti rotan, namun lebih awet. Karena, antijamur dan anti rayap.

Usaha furnitur rotan sintenti ini ditekuni Ayu di rumahnya Jalan Sepi, Rogojampi. Sebelumnya Ayu dan suami merintis usaha ini di Bali. Baru satu bulan buka cabang di Banyuwangi. Ayu menyediakan berbagai furnitur bahan rotan sintetik. Mulai dari sofa, kursi teras, dipan dan sun bad. “Meski baru sebulan prospek di sini cukup bagus,” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Meski baru 1 bulan, omzet lumayan, tembus Rp 22 juta. Sejauh ini kata Ayu jenis furnitur paling laris kursi teras dan sun bad yang dipesan para pemilik homestay. Selain pemilik homestay, pesanan banyak dari pelaku hotel dan perumahan. Harga yang ditawarkan, sofa mulai dari Rp 4 juta. Kursi teras, dari harga Rp 1,5 juta dan dipan Rp 3,7 juta.

Menurut Ayu saat ini banyak permintaan jasa servis kursi lama. Kursi kayu lawas dengan anayaman plastik bisa dipermak menjadi kursi rotan sintentik yang mewah. Harga servis Rp 2 juta per set.

Furnitur  bahan rotan sintentik ini kata Ayu selain lebih awet, antijamur  dan tahan lama. Kerangka dibuat dari bahan alumunium dan kayu. Untuk warna tersedia beragam, tergantung permintaan. Produksi saat ini dirinya dibantu 2 karyawan. Harga lebih murah dari Bali. Tersedia tiga model, yakni poolyrut, kapri/kopi pecah dan peel. “Model peel ini paling laris,” ucapnya.

Untuk konsumen wisatawan menurutnya banyak menyukai warga natutural seperti coklat dop. Sementara untuk masyarakat Banyuwangi, warga terang lebih disukai, seperti putih, merah dan hijau. Bahan rotan sintentik dia datangkan dari Jakarta. Pihaknya juga melayani pembelian rotan aja. Harga per kilogram Rp 60.000. (tin)