Risoles, Usaha Rumahan, Omzet Jutaan

225
Konsumen menikmati risoles. (foto/bb/wid)

Banyuwangi – MUNGKIN kita sudah tidak asing mendengar kata risoles. Makanan ini pada umumnya berisi wortel dan kentang. Namun kini, kita bisa menemukan risoles dalam beberapa varian rasa berbeda. Seorang ibu rumah tangga di Banyuwangi, Salma Daniati membuka usaha risoles “ D’Baggies Risoles”. Menurut ibu dua anak ini, peluang usaha ini terbilang cukup menjanjikan. Karena, bagi sebagian besar orang di Banyuwangi, makanan ini cukup digemari.

Menurut Salma, Risoles itu semacam makanan pastri berisi daging, biasanya daging cincang, dan sayuran yang dibungkus dadar. Digoreng setelah dilapisi tepung panir dan kocokan telur ayam.

Hidangan ini juga dapat dipanggang di dalam oven. Disajikan sebagai makanan ringan. Isi risoles sendiri, kata Salma, dapat berupa daging ayam, daging sapi, daging ikan, udang, jamur kancing, wortel, kentang, atau buncis. Biasanya, adonan dadar dibuat dari campuran tepung terigu, kuning telur, mentega, dan air atau susu.

“Kebetulan saya hobi kuliner, jadi sekalian saya buka usaha risoles, sejak pertengahan 2016 lalu. Tapi untuk persiapannya, butuh waktu lama,” kata Salma kepada Bisnis Banyuwangi di tempatnya bekerja di Jalan Datuk Malik Ibrahim, Lateng, Banyuwangi.

Salma menambahkan,  waktu penjualan pun terbilang singkat.  Buka dari pukul 17.00 WIB dan tutup pukul 22.00 WIB. Meski demikian, ia juga melakukan penjualan antar jemput, di mulai sejak pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

“Dalam penjualan risol, kami memiliki sistem delivery order. Jadi kalau ada yang pesan, kita langsung buat. Kebetulan risol bisa cepat dibuat,” jelasnya. Menurutnya risoles termasuk makanan sedang. Artinya, bisa dibuat aemilan atau untuk menahan lapar sampai waktunya makan.

Pesanan, tambah Salma, lebih banyak dari orang kantoran, baik dari kantor perbankan maupun kantor pemerintah dan swasta. Karena sudah memiliki banyak pengalaman, tidak heran jika Salma memiliki banyak varian rasa yang ditawarkan. Seperti risoles all variant dengan rasa ayam, rasa jagung manis, rasa sosis, rasa piscok. Bahkan untuk risoles dengan konsep camilan, King B’Baggies juga telah menyiapkan varian rasa dari bahan yang berbeda. Seperti, jamur crispy, kentang goreng, pempek mamak asli Palembang, dan roti maryam dengan beragam rasa. Mulai rasa original, rasa cokelat dan rasa cokelat keju. Ada juga sambosa, yakni kue basah dari Maroko. Makanan ini sangat diminati karena rasanya yang khas, penuh kenikmatan perpaduan rempah dan daging sapi.

“ Keistimewaan menu kami adalah tekstur makananya lembut dan rasanya terasa. Hampir di pastikan setiap lidah yang mencicipinya pasti ketagihan kembali mencoba,” tegasnya.

Setiap menjalani suatu usaha, pasti selalu ada hambatan dan rintangan. Begitu juga dengan bisnis yang dijalani Salma ini. Kesulitanya bahan baku, terutama untuk pempek mamak dan jamur. Sebab, kendalanya pasokan ikan tenggiri. Namun demikian, modal awal tidak terlalu besar. Harga risoles dipatok Rp 6000 hingga Rp 25.000.

 “Modal saya untuk memulai usaha ini kurang lebih Rp 5 juta. Alhamdulillah, omzetnya lumayan menguntungkan. Sebulan, Rp  2 juta hingga Rp 3 juta dan bahkan bisa lebih,” tegasnya.  (wid)