Ketua PWNU Jatim Kagumi Mal Pelayanan Publik

20
Ketua NU Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah (dua dari kiri) melihat mal pelayanan publik. (foto/bb/ist)

Banyuwangi – KEHADIRAN mal pelayanan publik yang digagas Pemkab Banyuwangi banyak menuai pujian. Salah satunya, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah. Tokoh ulama ini memuji mal pelayanan publik sebagai terobosan bagi kemaslahatan umat.

“ Di sini saya melihat adanya kemudahan yang diberikan bagi warga, semua pelayanan dilayani di satu tempat. Pastinya ini memperpendek birokrasi, mengefisienkan waktu dan meminimalisasi pungutan-pungutan liar. Ini adalah wujud pemerintah daerah yang memikirkan kemaslahatan umat,” kata Kiai Mutawakkil disela mengunjungi mal pelayanan publik Banyuwangi, Kamis pekan lalu.

Mal Pelayanan Publik Banyuwangi saat ini melayani 142 layanan dokumen/izin bagi masyarakat. Mulai administrasi kependudukan seperti akta kelahiran dan kematian, kartu identitas anak, KTP, beragam jenis izin, BPJS Kesehatan, PDAM, pelayanan izin terkait kendaraan di Samsat, hingga pembayaran retribusi daerah.

“Ini perlu ditiru oleh pemerintahan daerah lainnya. Diharapkan inovasi Banyuwangi ini bisa diterapkan di lingkup Jawa Timur, sehingga manfaatnya bagi kemaslahatan rakyat akan lebih besar lagi,” ujar Kiai Mutawakkil.

Kehadiran Kiai Mutawakkil serangkaian peresmian gedung PC NU Banyuwangi. Menurutnya, NU sebagai organisasi diniyah (keagamaan) sekaligus ijtimaiyah (sosial), harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. “Gedung NU, sangat baik jika bisa menjadi tempat yang memberikan dampak positif, baik dalam hal keagamaan maupun dalam sosial,” ungkapnya.

Kiai dari Probolinggo tersebut, juga mengapresiasi kolaborasi antara PCNU Banyuwangi dengan Pemkab Banyuwangi. Hubungan yang harmonis antara umara (pemimpin) dan ulama di Banyuwangi patut dicontoh oleh daerah lainnya. “Sinergi yang dibangun oleh Mas Anas (sebutan karib Bupati Banyuwangi) dengan NU ini, tidak boleh hanya berhenti di Banyuwangi, tapi juga harus bisa dinikmati oleh NU, NU lainnya di Jawa Timur,” cetusnya. (udi)