Donat “Montok”, Sehari Terjual 300 Biji

109
Habibi sedang mengoreng donat.(foto/bb)

Genteng – DONAT, camilan yang sepertinya tak pernah sepi pembeli. Tak heran jika produsen donat terus bermunculan. Mereka juga kreatif membuat donat unik untuk menarik pembeli. Habibi, salah satunya. Berawal dari beternak lele, pria asal  Jeningsari, Genteng ini beralih menekuni usaha pembuatan donat. Donat buatannya bervariasi. Satu yang beda, donat “montok”. Bentuknya sedikit berisi. ” Awalnya, saya beternak lele. Karena sepi, akhirnya beralih membuat donat,” kata Habibi kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Dia mengisahkan, awalnya melihat usaha donat saudaranya agak mundur. Akhirnya, ia mencoba belajar dan meneruskan usaha donat tersebut. Modal awal, sekitar Rp 5 juta.

Selain belajar dari saudaranya, ia juga belajar dari internet. Hasilnya, menggiurkan.

Donat montok buatannya menawarkan aneka varian. Mulai stroberi,cokelat,cokelat kacang , cokelat keju dan banyak lagi. Donat montok ini ukurannya lebih besar. Ada juga donat mini. ” Donat mini yang paling digemari. Sehari bisa terjual 300 biji,” jelas Habibi.

Donat mini berisi 10 biji dibandrol Rp 12.500 per kotak. Dalam satu kotak berisi 10 varian rasa.  Per hari, donat mini bisa terjual hingga 50 kotak. Dengan hiasan, membuat donatnya lebih menarik. Para peminat donat biasanya dari semua kalangan. Mulai pelajar hingga orang dewasa. Paling banyak keluarga yang sedang jalan-jalan sore.

Dari usaha ini, Habibi bisa mengembangkannya menjadi dua cabang. Buka dari pagi hingga malam. Untuk menopang usahanya, Habibi mempekerjakan 4 karyawan. Menurutnya, prospek usaha pembuatan donat ini cukup baik. Rata-rata, Habibi menghabiskan 6-10 kilogram tepung per hari. Untuk memanjakan pelanggan, pihaknya melayani pesan antar. Dari usaha ini, omzetnya bisa tembus Rp 3 juta per bulan.

Musim panen penjualan ketika hari libur. ” Kendalanya kalau musim panas, penjualan agak sepi,” ujarnya. Kendala lain, terkadang bahan baku agak sulit. Terkadang, Habibi harus berburu ke luar kota Genteng.

Habibi mengklaim donat montok buatanya bisa tahan hingga dua hari. Kuliner ini juga cocok untuk oleh-oleh. ” Sebenarnya, tahan sampai lima hari. Tapi, standarnya  dua hari,” ujarnya. Pihaknya, kata Habibi, mengutamakan kualitas. Dia menjamin, donat yang tak laku sehari, tak akan dijual lagi. Ke depan, dia akan membuka beberapa cabang di kecamatan.  (ida)