Dikelola AP II, Bandara Banyuwangi Bisa Buka Kargo

41
Bandara Banyuwangi. (foto/bb/ist)

Banyuwangi – PENGELOLAAN Bandara Banyuwangi dipastikan akan lebih berkembang, maju. Bandara kebanggaan Banyuwangi ini mulai dikelola PT. Angkasa Pura II (Persero) sejak pekan lalu. Alih kelola ini untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen penerbangan. Termasuk, mengantisipasi tingkat pertumbuhan penumpang dan kargo.

“Pengembangan Bandara Banyuwangi yang sudah bagus ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan, karena nanti pasti berdampak ke kesejahteraan ekonomi warga,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso disela serah terima Bandara Banyuwangi ke PT Angkasa Pura II, Jumat pekan lalu.

Dirut AP II Awaluddin mengatakan, pihaknya akan bergerak cepat mengelola Bandara Banyuwangi. BUMN pengelola bandara itu segera memulai pembangunan infrastruktur, terutama perluasan apron hingga 18.000 m2.

“Ini untuk menyambut Banyuwangi sebagai bandara penyangga Bandara Ngurah Rai saat Annual Meeting IMF – World Bank, Oktober 2018. Menteri keuangan dan pejabat dari seluruh dunia akan datang ke Bali, sebagian mendarat di Banyuwangi. Kementerian Pariwisata juga sudah menyiapkan tur wisata yang melibatkan Banyuwangi untuk menyambut ajang tersebut,” jelasnya.

Bandara Banyuwangi sendiri mulai beroperasi 2010. Saat ini dalam sehari ada enam frekuensi penerbangan, yaitu tiga kali dari Surabaya dan tiga kali dari Jakarta. Jumlah penumpang di bandara tersebut terus melonjak. Pada 2011, jumlah penumpang baru 7.826 orang per tahun, lalu melonjak hingga 1.339 persen menjadi 112.661 orang pada 2016.

Sejak 2014, dibangun terminal berkonsep hijau pertama di Indonesia dengan konsumsi energi sangat minim karena nyaris tanpa alat pengatur suhu (AC) dan memanfaatkan pencahayaan alami dengan sinar matahari. (udi)