Siaga Difteri, Siswa SD Digalakkan Cuci Tangan

Para siswa SDN 3 Kandangan, Pesanggaran diajak cuci tangan massal. (foto/bb/udi)

Pesanggaran – WABAH difteri yang merebak di Jawa Timur membuat Banyuwangi mulai khawatir. Tak ingin kasus serupa muncul, para siswa di kabupaten ini diajak menggalakkan budaya hidup bersih. Salah satunya, cuci tangan massal sebelum pelajaran dimulai. Seperti dilakukan puluhan siswa SDN 3 Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Rabu pekan lalu.

Sebelum pelajaran, mereka diajak berkumpul di lapangan. Lalu, menggunakan sabun diarahkan cuci tangan. Tujuannya, mereka diajak hidup bersih dan sehat. Sehingga, terhindar dari ancaman serangan wabah difteri. “ Jadi, ini bagian antisipasi merebaknya serangan difteri. Kita ajak siswa SD hidup bersih dengan cuci tangan sebelum jam pelajaran,” kata tim medis Puskesmas Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, drg. Rika Anggraeni.

Dijelaskan, pola hidup sehat menjadi salah satu kunci menghindari serangan wabah difteri. Selain, imunisasi. Pola hidup sehat ini menyasar siswa SD, mulai kelas 1 hingga kelas 3. Sebab, umur tersebut rawan terjangkit serangan difteri.

Selain cuci tangan, para siswa diajak menggosok gigi yang baik dan benar. Tujuannya, mereka bisa hidup sehat sejak dini. Menurut Rika, kegiatan sehat ini akan terus menyasar para siswa SD. Sehingga, ancaman penyebaran virus difteri bisa diantisipasi sejak dini.

Kegiatan cuci tangan ini merupakan bagian kampanye sehat yang digelar PT Bumi Suksesindo, invetor tambang emas Tumpangpitu. Tujuannya, menumbuhkan pemahaman hidup sehat sejak usia dini. “ Ini bagian dari program CSR bidang kesehatan. Kami menyasar siswa SD di Pesanggaran untuk hidup sehat sejak dini,”kata Community Development Superviser PT. Bumi Suksesindo Syahrul Wahida.

Dijelaskan, kampanye perilaku hidup bersih ini sudah menjadi kegiatan rutin tahunan. Sebelumnya, kegiatan serupa menyasar kawasan ring satu tambang emas. Kini, mulai keluar dengan radius lebih jauh. “ Jadi, sejak 2015, kita sudah galakkan kampanye perilaku hidup sehat ini,” tegasnya. Harapannya, anak-anak bisa sadar hidup sehat sejak dini. Selain kampanye hidup sehat dengan cuci tangan dan gosok gigi yang benar, pihaknya membawa perpustakaan keliling sejak tahun 2017. Total 500 buku bacaan bagi siswa SD tersedia. Buku-buku ini kata Syahrul menjadi alternatif bacaan bagi siswa SD. Perpustkaan menggunakan motor roda tiga itu berkeliling ke setiap sekolah setiap jam istirahat. “ Kita kerjasama dengan sekolah untuk kedatangan perpustkaan keliling ini,” jelasnya. (udi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here