Hadiah WTP, Dana Insentif Naik Rp 75 Miliar

Mal pelayanan publik. (foto/bb/dok)

Banyuwangi – HASIL audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diterima Pemkab Banyuwangi ikut berbuntut positif. Salah satunya, hadiah dana insentif daerah (DID) yang diberikan Kementerian Keuangan di tahun 2018. Dana DID yang sebelumnya hanya Rp 7,5 miliar naik menjadi Rp 75 miliar.

Tentunya, anggaran yang besar ini menjadi tambahan modal bagi pembangunan infrastruktur di Banyuwangi.  “Ini perolehan luar biasa bagi Banyuwangi. Kami berterima kasih ke pemerintah pusat. Tentunya dana ini didedikasikan sepenuhnya untuk mendukung pembangunan daerah guna menyukseskan Nawacita Presiden Jokowi,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, pekan lalu.

Menurutnya, selama ini Banyuwangi terus melakukan berbagai inovasi demi kemajuan daerah. Mulai pelayanan publik, pemerintahan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, inovasi program Smart Kampung menjadikan desa sebagai garda terdepan pelayanan. Program itu ditopang e-village budgeting dan e-monitoring system. Ada pula mal pelayanan publik yang telah mengintegrasikan 142 jenis layanan administrasi dalam  satu tempat, sehingga memudahkan warga.

Program pengembangan ekonomi juga dipacu melalui pariwisata, pertanian, dan UMKM. Hasilnya, pendapatan per kapita warga melonjak dari Rp 20,8 juta per orang per tahun menjadi Rp 41,46 juta per orang per tahun. Kemiskinan bisa ditekan signifikan hingga level 8,79 persen, relatif jauh di bawah rata-rata Jatim dan nasional.

Anas menekankan, inovasi-inovasi itu tidak mengabaikan prinsip tata kelola keuangan yang baik. “Dulu banyak yang mengkhawatirkan ide-ide baru semacam Banyuwangi Festival dan keterlibatan pihak ketiga dalam program kemiskinan akan menghalangi pelaporan keuangan daerah yang tertib dan baik. Tapi berkat kepatuhan dan ketelitian menyusun laporan keuangan sesuai kaidah akuntansi keuangan negara, Alhamdulillah kita bisa melakukannya,” ujarnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samsudin mengatakan, DID senilai Rp 75 miliar yang diterima Banyuwangi terdiri atas dana insentif dasar Rp7,5 miliar dan dana insentif kinerja daerah Rp 67,5 miliar. “Untuk dana insentif dasar, semua daerah yang mencapai WTP tiga kali berturut-turut besarnya sama, tapi untuk kinerja daerah berbeda-beda. Alhamdulillah Banyuwangi dinilai kinerjanya sangat baik,” kata Samsudin.

Artinya, sambung Samsudin, kriterianya bukan hanya soal administrasi pengelolaan keuangan daerah, tapi kinerja daerah dalam peningkatan pelayanan publik dasar dan kesejahteraan masyarakat. (udi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here