Nur Holipah Boyong Juara Festival Lagu Using

74
Menerima hadiah juara I Festival Lagu Using. (foto/bb/wid)

Banyuwangi – USIANYA masih muda, namun kecintaannya melestarikan budaya Using tak perlu diragukan. Berbagai prestasi di bidang seni selalu menghampiri dara bernama Nur Holipah, akrab dipanggil Neng Holip. Setelah mendapatkan penghargaan sebagai Penulis Muda di Banyuwangi, pertengahan 2016, alumni Universitas Negeri Malang ini, berhasil menyabet Juara 1 kategori Putri dalam Festival Gendhing Using 2017. Sebuah prestasi membanggakan.

Tahun ini, kontes menyanyi lagu Using menjadi salah satu agenda Banyuwangi Festival. Lomba ini kerjasama Dinas Pariwisata dengan Bharawangi Record dan Jaring Radio Suara Banyuwangi. Hasilnya, menobatkan  Neng Holip, yang juga cerpenis ini sebagai juara.

 “Ya, senang. Karena awalnya hanya kepingin jadi Juara Favorit. Soalnya saingannya juga berat-berat. Alhamdulillah, bersyukur bisa diberi kesempatan menjadi juara 1 tahun ini,” katanya tersenyum saat berbincang dengan  Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Neng Holip menuturkan, tidak mudah untuk bisa menjadi juara. Pasalnya, Banyuwangi memiliki banyak talen yang luar biasa dalam hal tarik suara. Hingga pada malam final yang diselenggarakan di Gesibu Belambangan,  dia mampu menyisihkan 10 finalis. Termasuk, menyingkirkan sekitar 180 peserta dari babak audisi hingga semifinal.

“Ke-sepuluh finalis ditantang menyanyikan lagu Using yang diciptakan pengarang lagu senior. Seperti, Gelang Alit, Ulan Andung-andung, Kembang Galengan, Impen-impenan, Mrekes Ati, Kali Elo, Tanah Kelahiran, Sumberwangi, Gapangan dan Semebyar, diiringi musik secara live. Seru rasanya,” ujar gadis yang sejak tahun 2013 berhasil menjadi juara 1 lomba menulis cerpen berbahasa Using ini.

Dalam bidang menulis, sulung dari empat bersaudara ini juga sarat prestasi. Puisi-puisi karyanya pernah diterbitkan di Majalah Media Jawa Timur tahun 2013, semasa masih SMA.

Neng Holip yang saat ini menjadi pengajar di SMP Negeri 1 Banyuwangi mengaku keberhasilannya tidak luput dari banyaknya dukungan dan doa, baik dari keluarga dan teman. “Alhamdulillaah, semua mendukung. Kebetulan ini juga jadi kado di usia 22 tahun, ” paparnya.

Dirinya banyak menjuarai kompetisi kepenulisan baik lokal maupun nasional. Neng Holip juga beberapa kali menulis cerpen dalam bahasa Using dan telah dibukukan.

 “Semoga ke depan bisa berkarya, makin produktif,  utamanya untuk Bahasa Using. Entah dari lagu, cerpen-cerpen, atau dalam bidang yang lain,” jelasnya.

Tercatat, hampir setiap tahun gadis berlesung pipit ini selalu mendapatkan apresiasi atas tulisannya yang selalu dikirimkan kebeberapa media lokal dan nasional. Tidak hanya itu, ia pun getol mengembangkan tulisan-tulisan berbahasa Using melalui cerpen-cerpen yang cantik. Hingga, pada momentum Ramadhan tahun ini, putri pasangan Sakur dan Isniyah tersebut mendapat penghargaan sebagai penulis muda dalam Festival Ramadan tahun 2016.

Tidak heran jika Neng Holip juga disandingkan dengan budayawan, sekaligus penulis gaek Hasnan Singodimayan yang mendapat penghargaan kategori penulis berdedikasi. Baru saja menerbitkan novel berlatar budaya Banyuwangi, Nitinegari, dalam acara Festival Ramadhan 2016.

Selain pandai menulis dan bermain teater, Neng Holip juga ketua umum paduan suara di kampusnya.  Ia mengaku suka bernyanyi sejak SD. Dan, pernah menjadi pop singer ketika SMA. Dia juga menjadi penyanyi pop dan nasyid. Selain itu, ia juga menjadi bagian dari anggota Forum Lingkar Pena, binaan penulis nasional Asma Nadia sebagai perwakilan Ranting UM sejak tahun 2013 hingga sekarang.

“Bagi saya, menulis dan bernyanyi merupakan satu hobi yang tak bisa ditinggalkan. Karena dari kedua hobi tersebut, bisa membawa hoki, selama kita konsisten  menekuninya,” pungkas gadis yang tinggal di Jalan Raden Wijaya, Giri, Banyuwangi ini. (wid)