Desa Purwodadi Tawarkan Wisata Kampung Primitif

4419
Wisata Kampung Primitif di Desa Purwodadi. (foto/bb/ist)

Gambiran – SATU LAGI kawasan wisata baru muncul di Banyuwangi. Yakni, Wisata Kampung Primitif  di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran. Meski, belum resmi dibuka, wisata baru ini sudah ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai kota. Wisata yang mengandalkan potensi alam ini menjadi salah satu ikon unggulan desa di selatan Banyuwangi tersebut.

Menuju kawasan wisata Kampung Primitif tidaklah sulit. Lokasinya tak jauh dari Kantor Desa Purwodadi, tepatnya di Dusun Krajan. Saat masuk ke kawasan ini pengunjung wajib menitipkan kendaraan di lokasi yang disediakan. Pengunjung berjalan kaki beberapa meter di bagian tepi sungai Talang.

Suasana kampung primitif masih alami. Berada di tengah kebun. Suara kincir air seolah menyambut tiap tamu yang datang. Beberapa pengunjung memilih duduk-duduk sembari menikmati alam di bawah rindangnya pohon-pohon besar. Udaranya sangat sejuk. Di bawah pohon-pohon ini berjajar rumah rumah khas dayak beratap jerami. Di lokasi ini sekelompok pemuda dan anak-anak lengkap dengan dandanan ala suku Dayak. Siap menyambut tamu. Berfoto selfie dengan orang-orang Dayak khas Kampung primitif menjadi daya tarik wisatawan.

Karena belum resmi dibuka, tiket masuk masih gratis. Saat Sabtu – Minggu kawasan wisata ini makin ramai pengunjung.  Kawasan wisata ini dikelola Kelompok Sadar Wisata. Diketuai, Drs. Subandi. Kini beranggota 180 orang. Ide atau gagasan awal kampung primitif ini lahir dari kreativitas pemuda setempat yang tergabung dalam Unpret (Universitas Prapatan). “Kampung Primitif ini merupakan wadah dan ruang ekspresi bagi kami,” ucap Arif, anggota yang merupakan Ketua pemuda setempat kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Menurut Arif, sebelum dikemas dalam Kampung Primitif, orang-orangan Dayak ini kerap ditampilkan di kegiatan 17 Agustusan. Setelah melihat antusias masyarakat yang bagus, munculah ide merintis kampung kreatif sejak September lalu. Awalnya masyarakat secara gotong royong membabat areal setempat menjadi kawasan wisata. Lokasi yang disediakan untuk kawasan wisata ini seluas 1 hektar. (tin)

 Terus Kembangkan Inovasi

BERBAGAI potensi wisata baru terus digarap masyarakat Desa Purwodadi. Menurut Kepala Desa Purwodadi, Drs. Suyanto, tahun 2017 ini ada tiga wisata baru di desanya. Masing-masing, wisata air, wisata Kampung Priimitif dan wisata agro. Seluruhnya dikelola Kelompok Sadar Wisata. “Ke depan akan dibuat satu paket,” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Tahun ini, Desa Purwodadi memberikan dana penyertaan modal di BUMdes senilai Rp 50 juta untuk Wisata Kampung Primitif. Awal tahun 2018 akan dianggarkan Rp 100 juta.

Dia mengatakan salah satu produk unggulan Desa Purwodadi adalah hasil pertanian, seperti jeruk, buah naga, jambu kristal dan jambu madu. Saat ini luas areal pertanian ini mencapai ratusan hektar.

Diakui Suyanto, kini Banyuwangi menjadi salah satu jujugan wisata. Banyak orang luar daerah datang ke Banyuwangi tertarik mencicipi buah lokal. “Karena itu, kita ingin memanfaatkan momen tersebut dengan membuka kawasan wisata agro,” jelasnya. (tin)