Musim Maulid, Permintaan Daging Ayam Naik 300 Persen

17
Pedagang daging ayam panen pesanan selama musim Maulid. (foto/bb/udi)

Banyuwangi – MUSIM perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW membawa berkah bagi para pedagang daging ayam. Belakangan, permintaan daging ayam meroket hingga 300 persen. Harga juga terus naik. Dalam kondisi normal, para pedagang hanya mampu menjual  daging ayam 1,5 kwintal. Sejak musim Maulid, penjualan bisa mencapai 5 kwintal per hari. “ Banyak warga membeli daging dalam jumlah besar untuk perayaan Maulid. Biasanya beli 1 kilogram, sekarang bisa 5 kilogram,” kata Mahmuda, penjual daging ayam di pasar Banyuwangi, pekan lalu.

Dia memprediksi, lonjakan permintaan daging ayam akan terus berlanjut hingga pergantian tahun. Saat tahun baru, kata dia, permintaan daging ayam makin meroket. Sebab, banyak masyarakat yang mengkonsumsi daging untuk merayakan pergantian tahun. Akibat lonjakan permintaan, harga daging ayam terus naik. Berawal dari Rp 28.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 32.000 per kilogram. “ Karena permintaan naik, harga ikut naik terus,” jelas Mahmuda. Meski begitu, para pedagang tak mengeluh. Sebab, pernjualan tetap tinggi. Bahkan, tak jarang, kewalahan memenuhi permintaan. Kondisi ini kata dia merupakan fenomena setiap datangnya bulan Maulid. Sebab, banyak warga menggunakan daging ayam untuk syukuran dan perayaan Maulid Nabi.

Selain musim Maulid, lonjakan harga juga dipicu berkurangnya pasokan. Menurut Mahmuda, pasokan dari para pengepul sedikit berkurang. Kondisi ini dipicu banyak peternak yang belum memasuki masa panen. “ Tapi, pasokan masih bagus. Tidak sampai ada kelangkaan,” jelasnya. Wanita ini meyakini harga daging ayam akan terus meroket hingga pergantian tahun. Namun, dia memprediksi tidak sampai menembus harga di atas Rp 35.000 per kilogram. “ Maksimal paling segitu. Setelah tahun baru pasti normal lagi,” tuturnya. Ketika harga daging ayam meroket, harga daging sapi cenderung stabil. Masih di kisaran Rp 115.000 per kilogram. Permintaan juga stabil.

Lonjakan harga juga terjadi pada telur ayam. Musim Maulid, permintaan telur ayam ikut meroket. Harganya, naik dari Rp 18.000 menjadi Rp 24.000 per kilogram. Harga telur ikut naik lantaran banyak warga menggunakan telur hias untuk perayaan Maulid Nabi. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar dua minggu terakhir. “ Ini memang fenomena tahunan. Setiap Maulid, permintaan telur selalu naik,” kata Tiara, penjual sembako di pasar Banyuwangi. Tahun ini, kata dia, pasokan telur relatif normal. Sehingga, pedagang tak kelimpungan melayani permintaan. Lonjakan harga telur ini juga diprediksi akan berlanjut hingga pergantian tahun. (udi)