Jelang Nataru, Rawan Penimbunan Sembako

13
Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman sidak harga sembako di pasar Banyuwangi. (foto/bb/udi)

MENJELANG Natal dan tahun baru (Nataru), Polres Banyuwangi ikut siaga mengantisipasi pasokan sembilan bahan pokok (sembako). Salah satunya, mengawasi lonjakan harga dan penimbunan sembako. Tingginya kebutuhan sembako jelang pergantian tahun rawan digunakan oknum tak bertanggungjawab menimbun sembako. Tujuannya, mengeruk keuntungan dengan memainkan harga.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman menegaskan pihaknya bersama tim satgas pangan memiliki tugas dan wewenang memastikan pasokan sembako aman. Termasuk harga yang berkembang di pasaran. “ Ini bagian dari aksi satgas pangan. Jelang Natal dan tahun baru kita ingin pastikan harga dan pasokan sembako tetap normal,” kata Kapolres disela memimpin sidak sembako di pasar Banyuwangi, Kamis pekan lalu.

Dijelaskan, pihaknya bersama Bulog ingin memastikan pasokan sembako tetap stabil. Sebab, menjelang Natal dan tahun baru kebutuhan sembako cenderung naik, termasuk harganya. Tak kalah penting, kata Kapolres, pihaknya mengantisipasi aksi penimbunan sembako. ” Sementara ini, pasokan sembako masih cukup. Harga juga relatif terjangkau,” jelasnya. Meski begitu, pihaknya bersama satgas pangan terus memantau kemungkinan aksi penimbunan dan lonjakan harga sembako. Selain itu, satgas mengantisipasi munculnya beras oplosan di pasaran. ” Jika ditemukan penimbunan, apalagi pengoplosan beras, kita akan tindak tegas,” jelas Kapolres.

Terpisah, Kepala Bulog Banyuwangi David Susanto menegaskan pasokan sembako, khususnya beras di Banyuwangi sudah melebihi target. Kini, tersedia stok di gudang sebanyak 39.000 ton. ” Pasokan itu cukup untuk setahun ke depan,” jelasnya. Mengantisipasi lonjakan harga, pihaknya menggelar operasi pasar murah. Mulai beras, bawang putih, tepung terigu dan gula putih. Harganya di bawah normal.

Sementara itu, harga sejumlah sembako di pasar Banyuwangi mulai merangkak naik sejak seminggu terakhir. Kenaikan paling tajam terjadi pada  telur ayam. Komoditi ini naik dari Rp 18.000 menjadi Rp 24.000 per kilogram, cabai rawit naik dari Rp 12.000 menjadi Rp 24.000 per kilogram, bawang putih dari Rp 16.000 menjadi Rp 20.000 per kilogram, daging ayam potong naik dari Rp 28.000 menjadi Rp 32.000 per kilogram. ” Sudah seminggu ini harga sembako naik. Mungkin karena jelang akhir tahun,” kata Tiara, pedagang sembako di pasar Banyuwangi. Selain jelang akhir tahun, cuaca diyakini juga menjadi pemicunya. Meski harga naik, kata dia, pasokan tetap normal. Dia memprediksi, harga sembako akan kembali normal setelah tahun baru. (udi)