Akhir Pekan Musim Panen Jasa Laundry

37
Layanan jasa laundry makin laris di musim hujan. (foto/bb/ida)

Genteng – JASA laundry bisa dibilang usaha yang tak pernah mati. Apalagi, ketika musim hujan. Saat cuaca tak menentu, banyak masyarakat memilih jasa laundry untuk mencuci baju. Terutama, ketika akhir pekan. “ Memang, jasa laundry paling ramai ketika akhir pekan,” kata Ayu, pemilik “ Ayu Laundry” di Dusun Temurejo, Desa Kembiritan, Genteng kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Berawal keinginan membuka usaha yang bisa dilakukan di rumah, Ayu akhirnya memilih jasa laundry. Bermodal mesin cuci, dia membuka usaha jasa ini sejak 6 bulan lalu. Hasilnya, pelanggan mulai berdatangan. Mulai kalangan pelajar hingga santri pondok pesantren. Kebetulan, lokasi usahanya berdekatan dengan pondok pesantren.

Dibantu satu karyawan, setiap hari dia bisa menyelesaikan hingga 25 kilogram pakaian. Harga jasa laundry dibandrol Rp 5000 per kilogram. “ Kita berikan harga sama untuk semua jenis pakaian,” jelasnya.

Pelanggan, kata dia, paling banyak datang pada akhir pekan, Jumat hingga Sabtu. Untuk kepuasan pelanggan, pihaknya memberikan layanan sehari jadi. “ Tapi, kalau ramai, maksimal dua hari,” ujarnya. Dengan usaha ini, Ayu mengaku bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Lalu, bisa dikerjakan di rumah, sambil mengurus keluarga.

Menghadapi persaingan usaha serupa, Ayu tak terlalu risau. Kuncinya, memberikan layanan terbaik, berkualitas. Seperti, memilih pengharum yang tahan lama dan deterjen khusus. Bahan laundry ini diambil dari para sales yang datang langsung ke rumahnya. Selain itu, dia memiliki setrika uap yang bisa membuat baju halus. Apalagi, baju yang berukuran besar, seperti ubah, gamis dan lainnya. “ Jadi, kepuasan pelanggan nomor satu,” tuturnya.

Selain akhir pekan, permintaan jasa laundry meningkat ketika musim hujan. Sebab, banyak warga yang enggan mencuci lantaran terganjal cuaca. Sehingga, memilih jasa laundry. Untuk memanjakan pelanggan, pihaknya memberikan layanan jasa antar jemput. Tarif jasa antar jemput tergantung jarak. Jika masih dalam wilayah terdekat, pihaknya memberikan layanan gratis. Tak hanya baju, pihaknya menawarkan jasa cuci sepatu dan helm. Dari usaha ini, Ayu bisa mendapatkan omzet Rp 1 juta per bulan. Kendala usaha ini, kata dia, susahnya mencari tenaga kerja. Lalu, tarif listrik yang selalu naik. (ida)