Awalnya “Online”, Kini Buka Toko

24
Bisnis hijab yang makin cerah. (foto/bb/tin)

Bangorejo – MENANGKAP peluang menjadi uang, hal inilah yang dilakukan Evi Aulia. Sejak menamatkan bangku kuliah, Sarjana Matematika ini lebih memilih mengembangkan usaha hijab setelah pulang kampung.  “Saya merintisnya sejak 2016 , saat masih menjadi mahasiswi,” ungkap pemilik “House of Hijab (HOH)” Banyuwangi ini kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini. Menurut Evi, saat ini hijab sudah menjadi bagian fashion wanita.  Karena itulah, peluangnya bagus. Evi mengawali usaha dari modal di bawah satu juta. Berawal dari 30 lembar. Segmen awal yang dibidik para mahasiswi.

Selain dari mulut ke mulut,  awalnya wanita berusia 23 tahun ini memasarkan produk hijabnya secara online. Stok hijab dia beli dari Jawa Tengah dan Jakarta. “Di awal usaha tak susah menjual 30 lembar hijab,” ucapnya. Bahkan ada satu pelanggan dari Jakarta sengaja membeli via online dalam jumlah cukup banyak.

Dari situlah Evi makin termotivasi mengembangkan usaha. Setelah lulus, Evi lebih tertantang mengembangkan usaha hijabnya. Dari online, Evi memilih jual hijab secara offline dengan membuka sebuah ruko kecil di kawasan Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Bangorejo. Ternyata, usahanya berjalan baik. Dari sini, anak kedua dari tiga bersaudara ini memilih lebih menekui usahanya. “Saya merasa ini passion saya,” ucapnya. Kini, stok hijab, Evi tak hanya mendatangkan dari pusat grosir, tapi  berani menyewa jasa tukang jahit untuk membuat hijab sendiri.

Menurutnya prospek usaha hijab ini masih bagus. Apalagi segmen yang dibidik anak-anak muda gaul yang menyukai tampil fashion. Pesanan hijab ini lumayan banyak. Hanya, dalam hitungan dua bulan dirinya sudah melayani ratusan pesanan hijab. Ada tiga model hijab yang dia buat. Seperti model hijab instan simple ped, hijab instan simple ped kerut dan repel. Harga dari Rp 33.000 hingga Rp 38.000 per lembar. Sementara selain hijab buatan sendiri, berbagai hijab dia jual dari harga Rp 19.000 hingga Rp 35.000  per lembar. Selain eceran, dirinya melayani pembelian grosir. Kini, pelanggannya tak hanya dari kawasan sekitar, tapi dari seluruh Banyuwangi. Dari usaha ini Evi mengaku mengantongi omzet Rp 4 juta hingga  Rp 5 juta per bulan. (tin)