Bibit Buah, Hujan Deras Penjualan Makin Ramai

36
Musim hujan menjadi berkah bagi penjualan bibit buah-buahan. (foto/bb/ida)

Songgon – MUSIM hujan, bagi banyak pelaku usaha  berdampak menurunnya omzet. Namun, tidak bagi Dorik, pedagang bibit buah. Justru, saat musim hujan, menjadi berkah baginya. Penjualan bibit makin ramai. “Banyak yang beranggapan menanam buah saat hujan sangat bagu,” kata pria 40 tahun ini kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Usaha penjualan bibit buah sudah ditekuni sejak 2 tahun. Awalnya, warga Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon ini adalah pedagang buah durian. Selama ini, durian Songgon dikenal memiliki rasa dan manis. Lalu, belakangan kunjungan wisatawan ke kawasan ini terus bergeliat. Peluang ini dimanfaatkan Dorik membuka penjuala bibit buah. “ Banyak pengunjung dari luar kota menayakan bibit buah,” ujarnya. Dengan modal Rp 600.000, Dorik menjual buah sambil menjual bibit di depan rumahnya. Aneka jenis bibit durian ditawarkan. Termasuk durian merah. Ada juga aneka bibit jeruk dan jambu. Aneka bibit ini didatangkan dari pusat pembibitan di kota Banyuwangi. Harganya, bibit durian mulai Rp 60.000 hingga Rp 100.000 per batang, tergantung jenisnya.

Menurutnya, pembelian paling ramai ketika musim hujan dan liburan. “ Bibit yang paling laris jenis durian musang. Buahnya manis dan legit,” jelasnya. Durian ini kata dia aslinya dari Malaysia. Menurut Dorik, merawat bibit buah-buahan ini sangat mudah. Syaratnya, tak terlalu terpapar sinar matahari. Sehingga diperlukan tempat yang sejuk atau pelindung.

Ketika cuaca panas, dibutuhkan penyiraman minimal sehari sekali. Meskipun baru 1 tahun, usaha penjualan bibit sudah sangat maju. Terbukti, banyak pelanggan yang  datang.

Untuk menghadapi persaingan, Dorik memberikan tips cara menanam bibit agar bisa cepat tumbuh subur kepada pelanggan. Bibit yang dijualnya, rata-rata bisa berbuah minimal 5 tahun sejak ditanam.

Kini, pelanggan bibit buah tak hanya dari Banyuwangi. Ketika akhir pekan, banyak konsumen dari luar kota yang datang. Bahkan, banyak pesanan yang dikirim menggunakan jasa paket. “ Banyak pelanggan dari Surabaya dan Jakarta yang minta dikirim dengan jasa paket,” jelasnya. Dari usaha ini, dirinya bisa meraih omzet hingga Rp 1juta per bulan. Usaha ini, kata dia, hanya terkendala cuaca panas. Jika telat disiram, bibut akan cepat layu, lalu mati. (ida)