Dua Petugas Kebersihan Dihadiahi Umrah Gratis

16
Dua petugas kebersihan diberangkatkan umrah gratis. (foto/bb/ist)

Banyuwangi – SENYUM dua petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tampak merekah, pekan lalu. Mata keduanya berkaca-kaca. Maklum, mereka mendapat hadiah umrah gratis dari Pemkab Banyuwangi. Dua pegawai beruntung itu, Eni Endangwati dan Sumawi, petugas bank sampah dan pengolah kompos.

Eni tak bisa menyembunyikan keharuannya ketika mendapatkan hadiah tersebut. Wanita paruh baya ini tak menyangka bisa berangkat ke Tanah Suci. Apalagi, hadiah itu hasil undian setelah lolos seleksi dengan kinerja baik. ”Syukur Alhamdulillah bisa berangkat umrah, saya tidak pernah menyangka bisa berangkat ke Tanah Suci,” ujar Eni.

Tahun ini merupakan yang keenam para petugas sampah mendapat hadiah umrah. Pemilihan penerima hadiah ini berlangsung ketat. Hanya petugas yang memiliki kinerja baik berhak mendapatkan tiket undian umrah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Khusnul Chotimah, mengatakan selain hadiah umrah, Pemkab Banyuwangi menaikkan insentif tenaga kebersihan menjadi Rp1 juta, sebelumnya Rp 750.000 per bulan. Total petugas kebersihan di kabupaten sebanyak 514 orang.

Mereka, kata Khusnul, bekerja empat jam sehari. Pagi dan sore masing-masing dua jam. Para petugas kebersihan juga  memiliki asuransi kesehatan, jaminan kematian, dan jaminan hari tua. “Mereka mendapat pengobatan gratis apabila sakit, santunan apabila terjadi kecelakaan kerja, dan pesangon saat pensiun,” ujar Khusnul.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menitipkan doa bagi dua petugas kebersihan yang diberangkatkan umrah. Menurutnya, hadiah umrah belum sebanding dengan jasa para petugas kebersihan. “Peran petugas kebersihan luar biasa. Sekarang Banyuwangi juga banyak dikunjungi orang, jadi kebersihan harus benar-benar diperhatikan. Hormat untuk bapak-ibu semua,” tegas Anas.

Anas menambahkan, pihaknya menyiapkan program kewirausahaan bagi petugas kebersihan. Alasannya, para petugas kebersihan tidak akan selamanya bekerja sebagai petugas kebersihan. Apalagi sehari kerjanya empat jam. “ Jadi, waktu lainnya harus digunakan berwirausaha, meski kecil-kecilan. Kita siapkan program itu,” pungkasnya. (udi)