Desa Kesilir Jadi Jujugan Investasi Jeruk dan Naga

63
Desa Kesilir menjadi sentra buah naga. (foto/bb/tin)

Siliragung – POTENSI pertanian di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung terbilang bagus. Salah satunya, pertanian buah naga dan jeruk. Potensi ini menarik sejumlah investor luar daerah ramai-ramai menanamkan modal ke desa ini. Mereka menyewa lahan, lalu ditanami buah jeruk dan naga.

Masuk kawasan Desa Kesilir, pandangan terasa sejuk. Selain buah  naga, jeruk menjadi komoditas unggulan desa. Buah naga ditanam warga diberbagai kawasan. Dari potensi buah naga ini membuat  hampir tak ada lahan tidur di desa ini.

Kondisi ini diakui Supriyanto, Kades terpilih Kesilir. Pria ini mengakui mayoritas warga Kesilir bertumpu pada sektor pertanian. Terutama menanam jeruk dan buah naga. Adanya potensi ini, turut mengangkat ekonomi warga desa setempat.  Sayangnya, hal ini belum didukung adanya sarana dan prasana jalan yang baik.

 Saat ini, kata pria asli Dusun Silirsari ini,kondisi jalan desa, terutama jalan usaha tani 70 persen kondisinya rusak. “Jika musim penghujan jalan usaha tani ini tak bisa dilewati. Petani pun terkendala,” ungkapnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Selama ini, dirinya banyak mendapat keluhan warga. Lantaran, akses jalan usaha tani berlumpur, tak bisa dilewati kendaraan. Untuk mengangkut hasil panen, petani harus menyewa jasa tukang panggul. “Jalan usaha tani ini vital. Karena itu perbaikan jalan desa dan jalan usaha tani ini harus diupayakan,” ungkapnya.

Menurutnya, jika kondisi jalan usaha tani bagus, petani bisa lebih hemat biaya. Harga sewa lahan di kawasan setempat pun bisa terdongkrak. Diakuinya, sejauh ini banyak orang luar daerah, seperti Jawa Tengah tertarik berinvestasi. Mereka menyewa lahan petani untuk ditanami jeruk dan buah naga.“Proses pengerjaan diserahkan ke petani setempat,” jelasnya.

Potensi ini banyak menyerap tenaga kerja. Khususnya, banyaknya warga setempat menekuni usaha pengepulan dan pengiriman buah naga. Seperti yang dilakukan Sulis bersama sang suami. Tiap hari suasana rumah tempat usaha pasutri ini ramai dengan para petani yang menjual hasil panen buah naga dan jeruk. Buah naga dan jeruk ini dikirim ke berbagai kota, seperti Jakarta, Kediri dan Bali. Sekali kirim per hari bisa mencapai 7 ton. Saat ini Sulis dibantu tiga tenaga kerja. Dari usaha ini, Sulis mengaku mendapat penghasilan Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per bulan. (tin)

Supriyanto, Galakkan Gropyok Kemiskinan

SOSOKNYA yang tegas dan dekat dengan warga, membuat pria bernama Supriyanto yang akrab disapa Kang Nawi ini dipercaya warga menjabat Kepala Desa Kesilir, periode 2018-2024.

Dirinya mengaku bangga dan berterimakasih kepada semua warga yang mempercayakan menjabat sebagai orang nomor satu di Kesilir. “Niat saya maju, membangun dan sejahterakan masyarakat,” ucap pria yang masih aktif sebagai anggota TNI ini kepada Bisnis  Banyuwangi, pekan lalu. Dalam menjalankan amanah warga, pria yang pernah menjabat sebagai Danramil Siliragung ini siap melakukan upaya perubahan.

Menurutnya selain tegas, pemimpin harus berani jujur dan terbuka. Sesuai visi misinya ke depan, dalam pengelolaan alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) akan dikelola secara lebih transparan.

Sistem kerja aparatur desa pun akan lebih ditingkatkan.Hal ini demi meningkatkan kualitas pelayanan. “Untuk mencapai pelayanan cepat dan tepat, kualitas SDM perlu ditingkatkan,” ucap suami Sulastri ini.

Ke depan dirinya ingin menjadikan kaum pemuda menjadi lebih berdaya, melalui kegiatan karangtaruna. Di samping mengangkat para pelaku usaha kecil dan menengah yang berpotensi mengurangi pengangguran.Untuk meningkatkan hasil tani, ke depan, anggaran pupuk akan lebih diperhitungkan. Serta, lebih aktif dalam memberikan pendampingan kepada petani. Dalam hal ini, ke depan, dirinya siap berkoordinasi dengan Kodim 0825/Banyuwangi.

Pembangunan sarana dan prasana desa turut menjadi prioritas. Salah satunya, memperbaiki kondisi lapangan desa. Dengan kondisi lapangan desa ini lebih baik, bisa menjadi pusat kegiatan warga.

Selain pembangunan fisik, tak kalah penting, upaya ke depan menghidupkan BUMdes. “Saya punya wacana dari dana bisa dialokasikan ke BUMdes.  Untuk kegiatan sosial dan santunan kematian,” ucap bapak tiga anak ini.

Tak kalah penting, dirinya siap melanjutkan program yang sudah dilaksanakan saat menjabat jajaran Muspika Siliragung. Yakni Gropyok Kemiskinan. Dirinya siap merangkul kalangan pengusaha bersama warga mengikuti kegiatan sosil ini. Yakni, bersepeda sembari membagikan sembako kepada warga miskin. “Lewat Program ADD ini akan kami anggarkan untuk program bedah rumah bagi warga miskin,” ucapnya.

Terkait keberhasilan Dusun Silirsari menjadi juara I lomba Jeding Rijig, pihaknya berharap bisa mempertahankan prestasi itu. Lalu, menularkan ke dusun lain. Termasuk, program sosial jimpitan dari warga untuk warga akan terus ditingkatkan. (tin)