Batok Kelapa Disulap Jadi Aneka Kerajinan

364
Kerajinan batok kelapa di Desa Banjar, Licin. (foto/BB/wid)

DESA Banjar, Kecamatan Licin, tidak hanya dikenal dengan panorama alam yang mempesona. Kerajinan unik berbahan batok kelapa, juga menjadi ciri khas warga setempat. Di tangan orang-orang kreatif ini, batok kelapa yang awalnya dianggap sampah diubah menjadi produk kerajinan ber nilai jual tinggi.

Kerajinan dari batok kelapa memang agak sulit untuk dibuat. Namun, tidak bagi Ahmad Rudiyanto, warga Desa Banjar. Batok kelapa yang awalnya terbuang, kini dibuat berbagai bentuk kerajinan unik. Seperti lampu gantung, lampu dinding dan lampu meja. Ada juga gantungan kunci, mangkuk, asbak serta cangkir plus teko yang seluruhnya berbahan batok kelapa.

Melalui imajinasinya, lelaki yang sebelumnya hanya bekerja sebagai buruh tani ini mampu menyulap limbah batok atau tempurung kelapa menjadi aneka kerajinan. Kesannya barang mewah.  “Awalnya saya mencoba membersihkan batok dengan cara dikikis, kemudian diampelas hingga halus. Kemudian saya bentuk pola lampu hias. Dan ternyata hasilnya bagus, ya sudah dilanjut,” kata Rudi kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Untuk membuat kerajinan tersebut, dia sengaja memilih batok kelapa yang sudah benar-benar tua dan kering. Cirinya, bagian potongannya berwarna agak kehitaman, supaya hasilnya lebih bagus, tidak cepat mengeluarkan bubuk.

Seperti lampu dinding yang mirip dengan lampu dokar tempo dulu. Sekilas, lampu dinding dan lampu gantung hasil karya tangan Rudi seolah mengajak kembali ke zaman kerajaan. Karena hasilnya menarik, sejumlah tetangganya memesan hasil kerajinan ini. Dari situ Rudi bertekad menekuni kerajinan batok kelapa ini. Seiring berjalannya waktu, hasil kerajinannya dikenal, kian laris. Apalagi harga lampu hias ini sangat terjangkau, hanya berkisar Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per buah.

Begitu juga dengan cangkir dan teko yang begitu klasik. Dalam satu set, ada 6 cangkir yang mengelilingi 1 teko di tengahnya. Harganya pun bervariasi, kisaran Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per set.

Rudi menuturkan, untuk membuat kerajinan batok kelapa, dirinya terlebih dahulu membersihkan serabut kasar di permukaan batok kelapa, menggunakan pecahan kaca atau pisau. Selanjutnya membersihkan sisa serabut halus pada permukaan batok menggunakan amplas kasar. Kemudian, amplas halus untuk menghaluskan permukaan batok secara merata.

“Agar permukaan batok bisa mengkilat, bisa menggosok permukaan batok menggunakan daun kering secara berulang sampai terlihat mengkilat. Cara lain yang bisa digunakan agar batok terlihat mengkilat dengan mengecatnya menggunakan cat pernis,” kata pria yang mengawali membuat kerajinan batok pada tahun 2016 tersebut.

Langkah terakhir, lanjut Rudi, memotong batok sesuai dengan pola kerajinan yang akan dibuat. Untuk memotongnya, Rudi masih menggunakan gergaji, bor, palu, amplas dan gerinda. Lalu,dia akan menciptakan kerajinan. Seperti tempat minum, lampu, cangkir dan lain-lain. Dengan sentuhan seni yang halus, batok kelapa yang semula teronggok di pinggir sawah, kini terlihat lebih cantik, artistik dan menarik. (wid)